Sabtu, 01 Desember 2007

Galery Foto Berita Dunia

Assalamu'alaikum wr wb
http://swaramuslim.com/foto/comments.php?id=861_0_10_0_C

Galery Foto Berita Dunia 19 Oktober 2003 :foto

Assalamu'alaikum wr wb. Salam Sejahtera buatBaginda Muhammad Rasulullah SAW beserta keluarga beliau para Ahllul Bait - Bunda Siti Hadidjah A.S - Imam Ali A.S - Bunda Siti Fatimah Azzahra A.S - Imam Hasan A.S - Imam Husein A.S beserta para Sahabat serta dzuriat lainnya dari dulu s/d sekarang baik yang sudah wafat maupun yang masih hidup. wassalamu'alaikum wr wb

2 Wanita Iraq sedang melihat lihat poster Imam Husein A.S - (Anak dari Imam Ali A.S & bunda Siti Fatimah Azzahra A.S) - cucu dari baginda Muhammad Rasulullah SAW & Ibunda Siti Khadidjah A.S(minggu 19 Oktober 2003)

Galery Foto tanggal 19 Oktober 2003

Sejarah Imam Husein
Beliau wafat Syahid di medan Karbala disekitar Kota Basra Irak (dahulu Kota Kuffah) dalam pertempuran yang tidak seimbang 80 orang pihak Imam Husein termasuk adik beliau siti Zainab, serta beberapa kaum wanita lainnya & anak anak termasuk anak beliau melawan tidak kurang 4000 pasukan berkuda penguasa Yazid Laknatullah. Yazid adalah anak Muawiyah yang juga telah menipu dan membunuh Imam Ali A.S ayahanda Imam Husein A.S serta merebut kedudukan Ke Khalifahan.

Imam Husein melawan Yazid bukan karena dendam karena dibunuhnya Imam Ali A.S akan tetapi beliau sekedar melaksanakan kewajiban amanah Rasulullah SAW untuk bernahi munkar dan memerangi Kedzoliman & Korupsi besar besaran yang dilakukan oleh Yazid sebagai warisan juga dari ayahya Muawiyah yang sama sama BEJAT dan BOBROK.

Islam yang diwariskan oleh Rasulullah SAW sebagai rahmat hanya diambil agama saja, syariat agama dipakai hanya untuk mengokohkan kekuasaan mereka saja, sementara AKHLAKUL KARIMAH Rasulullah SAW mereka buang karena dianggap menyulitkan terutama hidup sederhana dan bersahaya sebagaimana ajaran Rasulullah SAW, Imam Ali A.S.

Semua rombongan Imam Husein sebanyak 80 orang tewas termasuk Imam Husein A.S dan anak beliau yang terkena anak panah, dan yang cuma tersisa hidup cuma tinggal 2 yakni Siti Zainab dan anak Imam Husein A.S yakni Ali Zainal Abidin bin Husein yang dibelakang hari justru menjadi Imam dan penyambung Dzuriat Rasulullah SAW.

Kepala Imam Husein A.S dipenggal dan dipermainkan seperti sepak BOLA lalu ditenteng & di arak arak untuk dihadiahkan ke penguasa Dzolim sementara Siti Zainab dan Ali Zainal Abidin di gelandang sebagai tawanan seperti layaknya Penjajah Israel memperlakukan terhadap para warga Palestina yang dianggap melawan kekuasaan absolutnye.

Saat itu umat Islam secara keseluruhan berada dalam ketakutan dan sepertinya penguasa Muawiyah dan yazid TIDAK TAHU dan lupa serta mengabaikan bahwa yang mereka Dzolimi adalah keluarga baginda Rasulullah SAW.

Begitu pula halnya sebagian besar umat Islam saat ini sepertinya juga TIDAK TAHU dan lupa serta mengabaikan SEJARAH PAHIT atas pembantaian keluarga (Ahlul Bait) baginda Rasulullah SAW tersebut, dan kadang kadang diperangkap dengan tuduhan dikotomi SYIAH yang seakan akan SYIAH itu MUSUH ISLAM padahal jelas jelas baginda Rasulullah SAW menyebut diri beliau dan Ahlul Baitnya sebagai SYIAH"
- Bila antum berkenan membaca sejarah Imam Husein A.S silahkan Klik Disini
- Atau Cek di Topik subislam "Sirah Nabawiyah"
Assalamu'alaikum wr wb. Salam Sejahtera buatBaginda Muhammad Rasulullah SAW beserta keluarga beliau para Ahllul Bait - Bunda Siti Hadidjah A.S - Imam Ali A.S - Bunda Siti Fatimah Azzahra A.S - Imam Hasan A.S - Imam Husein A.S beserta para Sahabat serta dzuriat lainnya dari dulu s/d sekarang baik yang sudah wafat maupun yang masih hidup. wassalamu'alaikum wr wb
Sumber Illustrasi

Keyakinan dan Praktek Ritual Zionis Yahudi

Assalamu'alaikum wr wb

http://swaramuslim.com/galery/comments.php?id=5276_0_18_0_C

Sebuah investigasi Legenda JEWISH RITUAL MURDER
Di antara episode-episode yang sangat berkesan dan terkenal dari drama "Pedagang Senjata" karya Shakeshpeare adalah sebuah episode yang di dalamnya menampilkan "seorang pedagang Yahudi di Venesia (Italia), pada satu waktu dia melakukan pertaruhan terhadap daging seorang bocah Kristen, yaitu dengan memotong bagian tubuh bocah yang sudah disepakati."

Bagian episode ini dilarang sama sekali untuk ditayangkan di negara-negara Eropa. Karena menampilkan gambar yang membuat badan merinding serta menjelaskan tentang permusuhan antara orang-orang Yahudi dan Kristen, serta banyak ritual-ritual Yahudi, khususnya adalah penghalalan darah orang-orang non Yahudi.

Ungkapan dari syariat mereka:
"Orang-orang yang tidak mengimani ajaran-ajaran agama Yahudi dan syariat Yahudi, harus kita persembahkan sebagai korban untuk Tuhan kita yang agung."

"Ketika kamu mendekati suatu kota untuk kau perangi maka ajaklah untuk damai. Kalau (warga) kota menjawab ajakan damai dan kota dibuka untukmu, maka semua bangsa yang ada di dalamnya menjadi milikmu untuk kau tundukan dan kau perbudak untukmu. Kalau (kota itu) tidak menyerahkan diri kepadamu, bahkan melakukan perang denganmu maka kepunglah. Apabila Tuhanmu mendorongnya ke tanganmu maka bunuhlah semua laki-laki dengan mata pedang. Sedangkan kaum wanita, anak-anak, binatang ternak dan semua yang ada di dalam kota, semua rampasannya jadikanlah rampasan untuk dirimu. Makanlah rampasan musuh-musuhmu yang diberikan Tuhan-mu untukmu."

Bagaimana mereka menumpahkan darah
Orang-orang Yahudi memiliki banyak cara dalam menumpahkan darah korbannya:

Yang pertama dengan menggunakan tong berjarum
Yaitu sebuah tong yang pas dengan tubuh korban yang di seluruh sisinya dipasang jarum tajam yang menusuk tubuh korban saat diletakan di dalam tong agar darah mengalir secara perlahan dari seluruh bagian tubuh korban, yang disertai dengan penderitaan yang teramat sangat sehingga menimbulkan sensasi kenikmatan bagi orang-orang Yahudi yang menyaksikan darah mengucur dari tubuh korban kemudian mengalir dari bawah tong ke bejana yang sudah disiapkan untuk menampung darah.

Cara kedua dengan penyembelihan dan pembersihan
Cara ini dilakukan dengan menyembelih korban sebagaimana menyembelih kambing dan darahnya dibersihkan dalam wadah, atau memotong pembuluh-pembuluh korban agar darah mengucur keluar dan dikumpulkan dalam wadah yang kemudian diserahkan kepada Hakom (Rabbi) yang melakukan persiapan jamuan suci yang berlumuran dengan darah untuk mendapatkan ridha dari tuhan Yahudi yang haus akan pertumpahan darah. Tidak ada kebahagiaan bagi Yahudi dalam hari-hari raya mereka apabila tidak memakan jamuan yang berlumuran darah (orang) non Yahudi. Yahudi masa lalu mengutamakan darah (orang) Kristen karena kedengkian keagamaan yang mereka sembunyikan terhadap agama dan orang-orang Kristen, (korban) selanjutnya setelah itu adalah kaum muslimin.

Kisah kejahatan yang terkenal
Dari Polandia, korban bernama Agnes Horoza berusia 19 tahun. Gambar menjelaskan sebagian simbol-simbol Yahudi. Kemudian disusul penangkapan orang-orang Yahudi yang dituduh melakukan kejahatan ini.

Dari Italia, orang-orang Yahudi menyembelih seorang bocah untuk ditumpahkan darahnya.
Di Mesir. Seorang lelaki Yahudi pergi dari Kairo ke kota Bur Sa'ed. Selanjutnya dia menyewa tempat di sebelah barat kota. Berkali-kali mendatangi seorang penjual Yunani di daerah yang sama. Sampai suatu hari dia datang bersama seorang bocah kecil berusia 8 tahun. Orang Yahudi ini kemudian minum arak dan memaksa si bocah meminumnya hingga menarik perhatian orang Yunani tersebut.

Pada hari selanjutnya, ditemukan jasad bocah tersebut dicincang secara biadab, tenggorokannya diputus. Peristiwa itu membuat geger warga di Mesir kala itu.

Di Suriah, ditemukan mayat seorang wanita kristen, disembelih, tubuhnya kehabisan darah. Pelaku kejahatan ini adalah seorang Yahudi "Revol Ankuta" yang dituduh melakukan penyembelihan. Dia mengambil darah korban untuk digunakan dalam hari raya Pesakh (Paskah).

Di Libanon, orang-orang Yahudi menyembelih korban Fathullah al Shaigh. Mereka mengambil darah korban untuk digunakan dalam perayaan hari raya Pesakh.

Di negeri Syam, seorang wanita Yahudi "Banud" murtad dari agamanya setelah melihat dengan mata kepalanya sendiri kejahata-kejahatan Yahudi yang mengerikan. Mereka membunuh anak-anak tidak berdosa demi mengambil darah mereka untuk dicampur dalam jamuan hari raya Pesakh. Dia pun masuk Kristen menjadi biarawati dan meninggal dunia dengan nama "Katrina". Dia meninggalkan memori (catatan) yang sangat berbahaya tentang kejahatan-kejahatan Yahudi dan kehausan mereka untuk menumpahkan darah. Dalam memorinya dia menyebutkan peristiwa-peristiwa yang dia saksikan sendiri!!

Di Inggris, ditemukan mayat seorang bocah berusia 12 tahun terbunuh dan berlumuran darah akibat banyak luka ditubuhnya. Saat itu bertepatan dengan hari raya (jamuan) Pesakh Yahudi. Hal itu tidak membuat ragu lagi bagi warga Inggris bahwa pembunuh bocah tersebut orang-orang Yahudi. Akhirnya berhasil dibekuk para pelaku kejahatan ini yang kesemuanya ternyata adalah orang Yahudi! Ini merupakan persoalan yang pertama kali terungkap dan catatannya masih tersimpan di keuskupan Inggris!!

Di ibukota London telah ditemukan jasad seorang bocah di sebuah pemakaman suci. Pada tubuh korban tidak ditemukan setetes darahpun yang telah dikuras dengan luka khusus.
Orang Yahudi menculik bocah lain dari Lincoln. Dan itu terjadi pada hari raya jamuan suci Pesakh. Mereka menyiksa korban, menyalib dan menguras darahnya. Ayah korban menemukan jasad anaknya di sumur dekat rumah orang Yahudi. Saat dilakukan penyidikan, sang Yahudi mengakui terlibat dalam kejahatan ini. Sebanyak 91 orang Yahudi diajukan ke pengadilan dan 18 di antaranya dijatuhi hukuman mati!!

Kejahatan orang Yahudi di Inggris terus berlanjut hingga tahun 1290 ketika orang-orang Yahudi menyembelih Oxford, seorang bocah Kristen, dan diambil darahnya. Kejahatan ini membuat raja Edward I mengeluarkan perintahnya yang sangat bersejarah tentang pengusiran orang-orang Yahudi dari Inggris!!

Di Perancis, seorang remaja Kristen dijual kepada Yahudi pada tahun 1192. Orang-orang Yahudi kemudian menyembelih dan menampung darahnya. Saat pengadilan di gelar, raja Philip Agustus menghadiri langsung pesidangan dan memerintahkan orang-orang Yahudi yang melakukan kejahatan ini agar dibakar mati!!

Di Jerman, orang Yahudi menculik seorang bocah berusia 3 tahun kemudian membunuh korban setelah diambil darahnya. Pelaku kejahatan ini dijatuhi hukuman mati dengan dibakar!!
Di Spanyol, salah seorang Yahudi memberikan pengakuan atas teman-temannya dan orang-orang yang ikut dengannya dalam menyembelih salah seorang bocah dan mengambil darahnya. Dalam kasus ini, sebanyak 8 orang Yahudi dijatuhi hukuman mati. Kasus inilah yang menjadi penyebab dikeluarkannya keputusan pengusiran orang-orang Yahudi dari Spanyol pada tahun 1490!!

Di Swis tahun 1287, tepatnya di Berne, orang-orang Yahudi menyembelih seorang bocah bernama Rudolf di rumah orang Yahudi kaya raya di kota Berne. Orang-orang Yahudi mengakui kejahatan mereka dan banyak dari mereka yang dihukum mati. Kota Berne membuat patung yang menggambarkan orang Yahudi tengah makan seorang bocah kecil, patung ini dipasang di kampung Yahudi guna mengingatkan mereka atas kejahatan buas yang mereka lakukan!!

Di Austria tahun 1462, di daerah Insbirk, seorang bocah Kristen dijual kepada orang Yahudi lalu mereka menyembelihnya di atas batu di dalam gua. Darah korban digunakan untuk merayakan hari raya Pesakh. Setelah kejadian itu, pihak pemerintah mengeluarkan sejumlah keputusan yang mewajibkan orang-orang Yahudi mengikatkan tali berwarna kuning di lengan kiri mereka guna membedakan mereka dengan orang-orang Swis agar untuk menghindari kejahatan mereka!!


Di Italia tahun 1475, seorang bocah berusia 3 tahun bernama Simon dinyatakan hilang. Ketika semua mata (kecurigaan) diarahkan ke orang-orang Yahudi, mereka menghadirkan mayat bocah dari selokan guna menjauhkan tuduhan. Setelah dilakukan penyelidikan terbukti bahwa korban tidak mati karena tenggelam, namun karena kehabisan darah yang dikeluarkan melalui luka di bagian leher, pergelangan tangan dan kaki. Orang-orang Yahudi mengakui atas kejahatan tersebut. Mereka berdalih sangat membutuhkan darah untuk menyempurnakan ritual agama mereka serta untuk membuat adonan roti hari raya mereka dengan darah manusia dan anggur. Sebanyak 7 orang Yahudi dijatuhi hukuman mati dalam kasus ini!!

Di Hongaria, orang-orang Yahudi menculik seorang gadis remaja Kristen berusia 14 tahun. Seorang bocah perempuan Yahudi mengakui dirinya menyaksikan ibunya mengundang anak perempuan Kristen ke rumahnya. Selanjutnya korban digiring sejumlah orang Yahudi ke Sinagog. Seorang anak laki-laki Yahudi mengakui, dia menyaksikan aksi penyembelihan korban dan pengumpulan darah dalam wadah besar. Sejumlah orang Yahudi mengakui ikut terlibat dalam aksi pembunuhan ini guna merayakan hari raya Yahudi Pesakh. Sebanyak 15 orang Yahudi diajukan ke pengadilan, dan ini menjadi pengadilan bersejarah di Hongaria. Namun kekuatan dana (sogok) Yahudi telah menghancurkan kebenaran dalam kejahatan ini dan pengadilan membebaskan orang-orang Yahudi dari tuduhan pembunuhan. Meskipun semua bukti tuduhan menunjuk kepada keikutsertaan mereka dalam aksi kejahatan ini. Kejahatan ini menimbulkan situasi anti Yahudi yang menyebar di seluruh Eropa!!

Di Rusia, bertepatan dengan hari raya jamuan suci Yahudi, hilang seorang anak laki-laki berusia delapan setengah tahun. Seminggu kemudian, jasad korban ditemukan di sebuah rawa dekat kota. Saat dilakukan otopsi terhadap korban ditemukan banyak luka dari jarum tajam di seluruh tubuhnya, namun tidak ditemukan bekas darah setetespun di tubuhnya. Karena korban telah dimandikan sebelum dikenakan bajunya kembali. 3 orang wanita Yahudi mengakui sebagai pelaku kejahatan tersebut!!

Di Turki, di pulau Rudes, bertepatan dengan hari raya Yahudi Purim, seorang anak laki-laki Yunani dinyatakan hilang. Sebelumnya bocah ini terlihat memasuki kampung Yahudi di pulau tersebut. Ketika orang-orang Yunani marah dan meminta dilakukan pencarian terhadap bocah tersebut, hakim Turki Yosef Pasha terpaksa mengepung perkampungan Yahudi dan menahan para pemimpin Yahudi. Jurnal Ma'arev cetakan tahun 1905 jilid 10 halaman 410 mengakui melalui tokoh milyuner Yahudi, pejabat pemerintah Turki Utsmani kala itu berhasil disogok. Dan demikianlah kekuatan uang Yahudi telah berhasil menghancurkan kebenaran dalam kejahatan ini. (seto/COMES)

*) Artikel ini ditulis oleh Prof. Dr. Mustafa Regev di harian al Syarq Qatar pada edisi 2 Agustus 2006.


JEWISH RITUAL MURDER
by ARNOLD LEESE

BACA LINK LAIN :
- JEWISH RITUAL MURDER
- J e w i s h R i t u a l - M u r d e r (Investigation)
- Saudi Government Daily: - Jews Use Teenagers' Blood for 'Purim' Pastries
- Egyptian Magazine: the Jews slaughtering non-Jews and draining their blood
- http://thebiggestsecretpict.online.fr/nwo.htm
- Why I Believe in Jewish Ritual Murder
- Jewish Ritual Murder - Chicago, 1955
- Is Jewish Ritual Murder merely a relic of the past?

Benarkah urban legend tersebut diatas ?
Syariat Talmud yg mereka imani tetap masih berlaku : "Orang-orang yang tidak mengimani ajaran-ajaran agama Yahudi dan syariat Yahudi, harus kita persembahkan sebagai korban untuk Tuhan kita yang agung."

"Ketika kamu mendekati suatu kota untuk kau perangi maka ajaklah untuk damai. Kalau (warga) kota menjawab ajakan damai dan kota dibuka untukmu, maka semua bangsa yang ada di dalamnya menjadi milikmu untuk kau tundukan dan kau perbudak untukmu. Kalau (kota itu) tidak menyerahkan diri kepadamu, bahkan melakukan perang denganmu maka kepunglah. Apabila Tuhanmu mendorongnya ke tanganmu maka bunuhlah semua laki-laki dengan mata pedang. Sedangkan kaum wanita, anak-anak, binatang ternak dan semua yang ada di dalam kota, semua rampasannya jadikanlah rampasan untuk dirimu. Makanlah rampasan musuh-musuhmu yang diberikan Tuhan-mu untukmu."

The Picture below - tell everything

Proses doa ditengah pertempuran Israel vs Hezbollah 2006
Bukan tokoh agama saja - anak Anak pun dilibatkan dan bahkan mereka (anak anak) menulis surat cinta CINTA kepada rakyat Libanon baru baru ini

LOVE LETTER FROM ISRAEL KID WITH LOVE......

DAN ANAK ANAK LIBANON MENERIMA NYA....

INILAH MODEL CINTA KAUM ZIONIST YAHUDI
JANGAN KITA PUNGKIRI MEREKA
Demi cinta mereka kepada dunia, semua mereka hancurkan; Jembatan, Perekonomian, energy Listrik, Airport, Anak Anak yg tak berdosa, Sekolah... dan akan terus mereka hancurkan dimasa masa yang akan datang,....

Kecuali Hisbullah - Hamas
dan Perlawanan Islam lainya

Merayakan Valentine Day, Berarti Ikut Menuhankan Yesus

Assalamu'alaikum wr wb

http://swaramuslim.com/galery/comments.php?id=5479_0_18_0_C

Di hari-hari ini, sesekali pergilah ke mall atau supermarket besar yang ada di kota Anda. Lihatlah interior mall atau supermarket tersebut. Anda pasti menjumpai interiornya dipenuhi pernak-pernik—apakah itu berbentuk pita, bantal berbentuk hati, boneka beruang, atau rangkaian bunga—yang didominasi dua warna: pink dan biru muda.

Dan Anda pasti mafhum, sebentar lagi kebanyakan anak-anak muda seluruh dunia akan merayakan Hari Kasih Sayang atau yang lebih tenar distilahkan dengan Valentine Day.

Momentum ini sangat disukai anak-anak remaja, terutama remaja perkotaan. Karena di hari itu, 14 Februari, mereka terbiasa merayakannya bersama orang-orang yang dicintai atau disayanginya, terutama kekasih. :foto

Valentine Day memang berasal dari tradisi Kristen Barat, namun sekarang momentum ini dirayakan di hampir semua negara, tak terkecuali negeri-negeri Islam besar seperti Indonesia.

Sayangnya, tidak semua anak-anak remaja memahami dengan baik esensi dari Valentine Day. Mereka menganggap perayaan ini sama saja dengan perayaan-perayaan lain seperti Hari Ibu, Hari Pahlawan, dan sebagainya. Padahal kenyataannya sama sekali berbeda.

Hari Ibu, Hari Pahlawan, dan semacamnya sedikit pun tidak mengandung muatan religius. Sedangkan Valentine Day sarat dengan muatan religius, bahkan bagi orang Islam yang ikut-ikutan merayakannya, hukumnya bisa musyrik, karena merayakan Valentine Day tidak bisa tidak berarti juga ikut mengakui Yesus sebagai Tuhan. Naudzubilahi min Dzalik. Mengapa demikian?

SEJARAH VALENTINE DAY
Sesungguhnya, belum ada kesepakatan final di antara para sejarawan tentang apa yang sebenarnya terjadi yang kemudian diperingati sebagai hari Valentine. Dalam buku 'Valentine Day, Natal, Happy New Year, April Mop, Hallowen: So What?" (Rizki Ridyasmara, Pusaka Alkautsar, 2005), sejarah Valentine Day dikupas secara detil. Inilah salinannya:

Ada banyak versi tentang asal dari perayaan Hari Valentine ini. Yang paling populer memang kisah dari Santo Valentinus yang diyakini hidup pada masa Kaisar Claudius II yang kemudian menemui ajal pada tanggal 14 Februari 269 M. Namun ini pun ada beberapa versi. Yang jelas dan tidak memiliki silang pendapat adalah kalau kita menelisik lebih jauh lagi ke dalam tradisi paganisme (dewa-dewi) Romawi Kuno, sesuatu yang dipenuhi dengan legenda, mitos, dan penyembahan berhala.

Menurut pandangan tradisi Roma Kuno, pertengahan bulan Februari memang sudah dikenal sebagai periode cinta dan kesuburan. Dalam tarikh kalender Athena kuno, periode antara pertengahan Januari dengan pertengahan Februari disebut sebagai bulan Gamelion, yang dipersembahkan kepada pernikahan suci Dewa Zeus dan Hera.

Di Roma kuno, 15 Februari dikenal sebagai hari raya Lupercalia, yang merujuk kepada nama salah satu dewa bernama Lupercus, sang dewa kesuburan. Dewa ini digambarkan sebagai laki-laki yang setengah telanjang dan berpakaian kulit kambing.

Di zaman Roma Kuno, para pendeta tiap tanggal 15 Februari akan melakukan ritual penyembahan kepada Dewa Lupercus dengan mempersembahkan korban berupa kambing kepada sang dewa.

Setelah itu mereka minum anggur dan akan lari-lari di jalan-jalan dalam kota Roma sambil membawa potongan-potongan kulit domba dan menyentuh siapa pun yang mereka jumpai. Para perempuan muda akan berebut untuk disentuh kulit kambing itu karena mereka percaya bahwa sentuhan kulit kambing tersebut akan bisa mendatangkan kesuburan bagi mereka. Sesuatu yang sangat dibanggakan di Roma kala itu.

Perayaan Lupercalia adalah rangkaian upacara pensucian di masa Romawi Kuno yang berlangsung antara tanggal 13-18 Februari, di mana pada tanggal 15 Februari mencapai puncaknya. Dua hari pertama (13-14 Februari), dipersembahkan untuk dewi cinta (Queen of Feverish Love) bernama Juno Februata.

Pada hari ini, para pemuda berkumpul dan mengundi nama-nama gadis di dalam sebuah kotak. Lalu setiap pemuda dipersilakan mengambil nama secara acak. Gadis yang namanya ke luar harus menjadi kekasihnya selama setahun penuh untuk bersenang-senang dan menjadi obyek hiburan sang pemuda yang memilihnya.

Keesokan harinya, 15 Februari, mereka ke kuil untuk meminta perlindungan Dewa Lupercalia dari gangguan serigala. Selama upacara ini, para lelaki muda melecut gadis-gadis dengan kulit binatang. Para perempuann itu berebutan untuk bisa mendapat lecutan karena menganggap bahwa kian banyak mendapat lecutan maka mereka akan bertambah cantik dan subur.

Ketika agama Kristen Katolik masuk Roma, mereka mengadopsi upacara paganisme (berhala) ini dan mewarnainya dengan nuansa Kristiani. Antara lain mereka mengganti nama-nama gadis dengan nama-nama Paus atau Pastor. Di antara pendukungnya adalah Kaisar Konstantine dan Paus Gregory I.

Agar lebih mendekatkan lagi pada ajaran Kristen, pada 496 M Paus Gelasius I menjadikan upacara Romawi Kuno ini menjadi Hari Perayaan Gereja dengan nama Saint Valentine's Day untuk menghormati Santo Valentine yang kebetulan meninggal pada tanggal 14 Februari.

Tentang siapa sesungguhnya Santo Valentinus sendiri, seperti telah disinggung di muka, para sejarawan masih berbeda pendapat. Saat ini sekurangnya ada tiga nama Valentine yang meninggal pada 14 Februari. Seorang di antaranya dilukiskan sebagai orang yang mati pada masa Romawi. Namun ini pun tidak pernah ada penjelasan yang detil siapa sesungguhnya "St. Valentine" termaksud, juga dengan kisahnya yang tidak pernah diketahui ujung-pangkalnya karena tiap sumber mengisahkan cerita yang berbeda.

Menurut versi pertama, Kaisar Claudius II yang memerintahkan Kerajaan Roma berang dan memerintahkan agar menangkap dan memenjarakan Santo Valentine karena ia dengan berani menyatakan tuhannya adalah Isa Al-Masih, sembari menolak menyembah tuhan-tuhannya orang Romawi. Orang-orang yang bersimpati pada Santo Valentine lalu menulis surat dan menaruhnya di terali penjaranya.

Versi kedua menceritakan, Kaisar Claudius II menganggap tentara muda bujangan lebih tabah dan kuat di dalam medan peperangan daripada orang yang menikah. Sebab itu kaisar lalu melarang para pemuda yang menjadi tentara untuk menikah. Tindakan kaisar ini diam-diam mendapat tentangan dari Santo Valentine dan ia secara diam-diam pula menikahkan banyak pemuda hingga ia ketahuan dan ditangkap. Kaisar Cladius memutuskan hukuman gantung bagi Santo Valentine. Eksekusi dilakukan pada tanggal 14 Februari 269 M.

TRADISI KIRIM KARTU
Selain itu, tradisi mengirim kartu Valentine itu sendiri tidak ada kaitan langsung dengan Santo Valentine. Pada tahun 1415 M, ketika Duke of Orleans dipenjara di Tower of London, pada perayaan hari gereja mengenang St. Valentine tanggal 14 Februari, ia mengirim puisi kepada isterinya di Perancis.

Oleh Geoffrey Chaucer, penyair Inggris, peristiwa itu dikaitkannya dengan musim kawin burung-burung dalam puisinya.

Lantas, bagaimana dengan ucapan "Be My Valentine?" yang sampai sekarang masih saja terdapat di banyak kartu ucapan atau dinyatakan langsung oleh pasangannya masing-masing? Ken Sweiger mengatakan kata "Valentine" berasal dari bahasa Latin yang mempunyai persamaan dengan arti: "Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuat, dan Yang Maha Kuasa". Kata ini sebenarnya pada zaman Romawi Kuno ditujukan kepada Nimrod dan Lupercus, tuhan orang Romawi.

Disadari atau tidak, demikian Sweiger, jika seseorang meminta orang lain atau pasangannya menjadi "To be my Valentine?", maka dengan hal itu sesungguhnya kita telah terang-terangan melakukan suatu perbuatan yang dimurkai Tuhan, istilah Sweiger, karena meminta seseorang menjadi "Sang Maha Kuasa" dan hal itu sama saja dengan upaya menghidupkan kembali budaya pemujaan kepada berhala.

Adapun Cupid (berarti: the desire), si bayi atau lelaki rupawan setengah telanjang yang bersayap dengan panah adalah putra Nimrod "the hunter" dewa Matahari. Disebut tuhan Cinta, karena ia begitu rupawan sehingga diburu banyak perempuan bahkan dikisahkan bahwa ibu kandungnya sendiri pun tertarik sehingga melakukan incest dengan anak kandungnya itu!

Silang sengketa siapa sesungguhnya Santo Valentine sendiri juga terjadi di dalam Gereja Katolik sendiri. Menurut gereja Katolik seperti yang ditulis dalam The Catholic Encyclopedia (1908), nama Santo Valentinus paling tidak merujuk pada tiga martir atau santo (orang suci) yang berbeda, yakni: seorang pastur di Roma, seorang uskup Interamna (modern Terni), dan seorang martir di provinsi Romawi Afrika. Koneksi antara ketiga martir ini dengan Hari Valentine juga tidak jelas.

Bahkan Paus Gelasius II, pada tahun 496 menyatakan bahwa sebenarnya tidak ada yang diketahui secara pasti mengenai martir-martir ini, walau demikian Gelasius II tetap menyatakan tanggal 14 Februari tiap tahun sebagai hari raya peringatan Santo Valentinus.

Ada yang mengatakan, Paus Gelasius II sengaja menetapkan hal ini untuk menandingi hari raya Lupercalia yang dirayakan pada tanggal 15 Februari.

Sisa-sisa kerangka yang digali dari makam Santo Hyppolytus di Via Tibertinus dekat Roma, diidentifikasikan sebagai jenazah St. Valentinus. Jenazah itu kemudian ditaruh dalam sebuah peti emas dan dikirim ke Gereja Whitefriar Street Carmelite Church di Dublin, Irlandia. Jenazah ini telah diberikan kepada mereka oleh Paus Gregorius XVI pada 1836.

Banyak wisatawan sekarang yang berziarah ke gereja ini pada hari Valentine, di mana peti emas diarak dalam sebuah prosesi khusyuk dan dibawa ke sebuah altar tinggi di dalam gereja. Pada hari itu, sebuah misa khusus diadakan dan dipersembahkan kepada para muda-mudi dan mereka yang sedang menjalin hubungan cinta. Hari raya ini dihapus dari kalender gerejawi pada tahun 1969 dengan alasan sebagai bagian dari sebuah usaha gereja yang lebih luas untuk menghapus santo dan santa yang asal-muasalnya tidak bisa dipertanggungjawabkan karena hanya berdasarkan mitos atau legenda. Namun walau demikian, misa ini sampai sekarang masih dirayakan oleh kelompok-kelompok gereja tertentu.

Jelas sudah, Hari Valentine sesungguhnya berasal dari mitos dan legenda zaman Romawi Kuno di mana masih berlaku kepercayaan paganisme (penyembahan berhala). Gereja Katolik sendiri tidak bisa menyepakati siapa sesungguhnya Santo Valentine yang dianggap menjadi martir pada tanggal 14 Februari. Walau demikian, perayaan ini pernah diperingati secara resmi Gereja Whitefriar Street Carmelite Church di Dublin, Irlandia dan dilarang secara resmi pada tahun 1969. Beberapa kelompok gereja Katolik masih menyelenggarakan peringatan ini tiap tahunnya.

KEPENTINGAN BISNIS
Kalau pun Hari Valentine masih dihidup-hidupkan hingga sekarang, bahkan ada kesan kian meriah, itu tidak lain dari upaya para pengusaha yang bergerak di bidang pencetakan kartu ucapan, pengusaha hotel, pengusaha bunga, pengusaha penyelenggara acara, dan sejumlah pengusaha lain yang telah meraup keuntungan sangat besar dari event itu.

Mereka sengaja, lewat kekuatan promosi dan marketingnya, meniup-niupkan Hari Valentine Day sebagai hari khusus yang sangat spesial bagi orang yang dikasihi, agar dagangan mereka laku dan mereka mendapat laba yang amat sangat besar. Inilah apa yang sering disebut oleh para sosiolog sebagai industrialisasi agama, di mana perayaan agama oleh kapitalis dibelokkan menjadi perayaan bisnis.

PESTA KEMAKSIATAN
Christendom adalah sebutan lain untuk tanah-tanah atau negeri-negeri Kristen di Barat. Awalnya hanya merujuk pada daratan Kristen Eropa seperti Inggris, Perancis, Belanda, Jerman, dan sebagainya, namun dewasa ini juga merambah ke daratan Amerika.

Orang biasanya mengira perayaan Hari Valentine berasal dari Amerika. Namun sejarah menyatakan bahwa perayaan Hari Valentine sesungguhnya berasal dari Inggris. Di abad ke-19, Kerajaan Inggris masih menjajah wilayah Amerika Utara. Kebudayaan Kerajaan inggris ini kemudian diimpor oleh daerah koloninya di Amerika Utara.

Di Amerika, kartu Valentine pertama yang diproduksi secara massal dicetak setelah tahun 1847 oleh Esther A. Howland (1828 – 1904) dari Worcester, Massachusetts. Ayahnya memiliki sebuah toko buku dan toko peralatan kantor yang besar. Mr. Howland mendapat ilham untuk memproduksi kartu di Amerika dari sebuah kartu Valentine Inggris yang ia terima. Upayanya ini kemudian diikuti oleh pengusaha-pengusaha lainnya hingga kini.

Sejak tahun 2001, The Greeting Card Association (Asosiasi Kartu Ucapan AS) tiap tahun mengeluarkan penghargaan "Esther Howland Award for a Greeting Card Visionary" kepada perusahaan pencetak kartu terbaik.

Sejak Howland memproduksi kartu ucapan Happy Valentine di Amerika, produksi kartu dibuat secara massal di selutuh dunia. The Greeting Card Association memperkirakan bahwa di seluruh dunia, sekitar satu milyar kartu Valentine dikirimkan per tahun. Ini adalah hari raya terbesar kedua setelah Natal dan Tahun Baru (Merry Christmast and The Happy New Year), di mana kartu-kartu ucapan dikirimkan. Asosiasi yang sama juga memperkirakan bahwa para perempuanlah yang membeli kurang lebih 85% dari semua kartu valentine.

Mulai pada paruh kedua abad ke-20, tradisi bertukaran kartu di Amerika mengalami diversifikasi. Kartu ucapan yang tadinya memegang titik sentral, sekarang hanya sebagai pengiring dari hadiah yang lebih besar. Hal ini sering dilakukan pria kepada perempuan. Hadiah-hadiahnya bisa berupa bunga mawar dan coklat. Mulai tahun 1980-an, industri berlian mulai mempromosikan hari Valentine sebagai sebuah kesempatan untuk memberikan perhiasan kepada perempuan pilihan.

Di Amerika Serikat dan beberapa negara Barat, sebuah kencan pada hari Valentine sering ditafsirkan sebagai permulaan dari suatu hubungan yang serius. Ini membuat perayaan Valentine di sana lebih bersifat 'dating' yang sering di akhiri dengan tidur bareng (perzinaan) ketimbang pengungkapan rasa kasih sayang dari anak ke orangtua, ke guru, dan sebagainya yang tulus dan tidak disertai kontak fisik. Inilah sesungguhnya esensi dari Valentine Day.

Perayaan Valentine Day di negara-negara Barat umumnya dipersepsikan sebagai hari di mana pasangan-pasangan kencan boleh melakukan apa saja, sesuatu yang lumrah di negara-negara Barat, sepanjang malam itu. Malah di berbagai hotel diselenggarakan aneka lomba dan acara yang berakhir di masing-masing kamar yang diisi sepasang manusia berlainan jenis. Ini yang dianggap wajar, belum lagi party-party yang lebih bersifat tertutup dan menjijikan.

IKUT MENGAKUI YESUS SEBAGAI TUHAN
Tiap tahun menjelang bulan Februari, banyak remaja Indonesia yang notabene mengaku beragama Islam ikut-ikutan sibuk mempersiapkan perayaan Valentine. Walau sudah banyak di antaranya yang mendengar bahwa Valentine Day adalah salah satu hari raya umat Kristiani yang mengandung nilai-nilai akidah Kristen, namun hal ini tidak terlalu dipusingkan mereka. "Ah, aku kan ngerayaain Valentine buat fun-fun aja…, " demikian banyak remaja Islam bersikap. Bisakah dibenarkan sikap dan pandangan seperti itu?

Perayaan Hari Valentine memuat sejumlah pengakuan atas klaim dogma dan ideologi Kristiani seperti mengakui "Yesus sebagai Anak Tuhan" dan lain sebagainya. Merayakan Valentine Day berarti pula secara langsung atau tidak, ikut mengakui kebenaran atas dogma dan ideologi Kristiani tersebut, apa pun alasanya.

Nah, jika ada seorang Muslim yang ikut-ikutan merayakan Hari Valentine, maka diakuinya atau tidak, ia juga ikut-ikutan menerima pandangan yang mengatakan bahwa "Yesus sebagai Anak Tuhan" dan sebagainya yang di dalam Islam sesungguhnya sudah termasuk dalam perbuatan musyrik, menyekutukan Allah SWT, suatu perbuatan yang tidak akan mendapat ampunan dari Allah SWT. Naudzubillahi min dzalik!

"Barang siapa meniru suatu kaum, maka ia termasuk dari kaum tersebut, " Demikian bunyi hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Tirmidzi.

Ibnul Qayyim Al-Jauziyah rahimahullah juga berkata, "Memberi selamat atas acara ritual orang kafir yang khusus bagi mereka, telah disepakati bahwa perbuatan tersebut haram. Semisal memberi selamat atas hari raya dan puasa mereka, dengan mengucapkan, "Selamat hari raya!" dan sejenisnya. Bagi yang mengucapkannya, kalau pun tidak sampai pada kekafiran, paling tidak itu merupakan perbuatan haram. Berarti ia telah memberi selamat atas perbuatan mereka yang menyekutukan Allah. Bahkan perbuatan tersebut lebih besar dosanya di sisi Allah dan lebih dimurkai dari pada memberi selamat atas perbuatan minum khamar atau membunuh. Banyak orang yang kurang mengerti agama terjerumus dalam suatu perbuatan tanpa menyadari buruknya perbuatan tersebut. Ia telah menyiapkan diri untuk mendapatkan kemarahan dan kemurkaan Allah. "

Allah SWT sendiri di dalam Qur'an surat Al-Maidah ayat 51 melarang umat Islam untuk meniru-niru atau meneladani kaum Yahudi dan Nasrani, "Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim." Wallahu'alam bishawab.(Rz/eramuslim)


sumber : Tempophoto

Perang Salib, Shalahuddin dan Peringatan Maulid

Assalamu'alaikum wr wb

http://swaramuslim.com/galery/comments.php?id=5536_0_18_0_C

Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah. (QS Al Ahzab [33]: 21).

Setiap Rabi'ul Awwal, umat Muslim sibuk menyiapkan varian agenda dalam rangka memperingati kelahiran Rasulullah SAW yang jatuh pada tangal 12 Rabi'ul Awal. Namun tak ada yang tahu, apa semangat digagasnya peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang pertama kali dilakukan Shalahuddin Al-Ayyubi, panglima perang Mesir.

Ia mengusulkan ide itu pada Sultan Mesir, Muzaffar ibn Baktati, yang terkenal arif dan bijaksana. Ia sangat menghormati sosok Shalahuddin, yang di kemudian hari membawa kemenangan bagi tentara Muslim dalam Perang Salib. :video

Shalahuddin juga merupakan panglima Islam di masa Khalifah Muiz Liddinillah dari dinasti Bani Fathimiyah di Mesir (berkuasa 365 H/975 M).

Gagasan Shalahuddin sederhana. Pada masa itu masjid Al Aqsha diambil alih dan diubah menjadi gereja. Kondisi tersebut diperparah oleh keadaan pasukan Islam yang mengalami penurunan ghirah perjuangan dan renggangnya ukhuwah Islamiyah.

Dari situlah Shalahuddin memiliki gagasan untuk menghidupkan kembali semangat juang dan persatuan umat dengan cara merefleksikan dan mempertebal kecintaan kepada Rasulullah. Selanjutnya digelarlah peringatan Maulid Nabi yang disambut luar biasa oleh seluruh kaum Muslimin kala itu. "Semangat Shalahuddin untuk memperingati Mauild Nabi dalam rangka mengajak ummat Islam untuk back to Quran dan Sunnah. Akhirnya peperangan dimenangkan oleh pasukan Islam. Peringatan Maulid ini banyak manfaatnya," jelas ketua Majelis Ulama Indonesia, KH Syukri Zakrasyi.

Apa yang digelorakan Shalahuddin membuahkan hasil di kemudian hari. Jerusalem berhasil direbut. Di bawah kepemimpinannya, Perang Salib diakhiri dengan sedikit jumlah korban. Tak seperti saat tentara Kristen menduduki Jerusalem dan membunuh semua Muslim yang tersisa, pasukan Shalahuddin mengawal umat Kristen dan memastikan jiwa mereka selamat saat keluar dari Jerusalem. Begitulah akhlak Islam seperti yang dicontohkan Rasulullah SAW. Tidak mentang-mentang menang dan berkuasa, maka bebas melakukan penindasan.

Muslim Indonesia pantas meniru sejarah Rasulullah dan sejarah lahirnya peringatan maulid Nabi. Sedikit banyak, situasi Muslim saat ini hampir sama dengan situasi umat Islam masa Shalahuddin Al-Ayubi. Selain terpuruk secara politik, ekonomi, sosial, budaya, dan akidah, juga tidak ada kebanggaan sebagai Muslim.

Berkaca lagi pada pribadi Nabi SAW, itulah semangat yang diusung Shalahuddin. Itu pula agaknya yang harus kita lakukan saat ini. ''Dalam kondisi bangsa yang penuh ujian seperti sekarang ini, sangat pantas jika kita melihat figur Rasulullah SAW terutama dalam membangun masyarakatnya yang berlandaskan nilai-nilai Ilahi. Beliau itu memiliki akhlak yang sangat terpuji: jujur, tanggungjawab dan kebersamaan,'' ujar Prof Dr KH Didin Hafidhuddin Msc, direktur Pasca Sarjana Univeristas Ibnu Khaldun Bogor. (dam/RioL)

Perang Salib
Perang keagamaan antara umat Kristen Eropa dan umat Islam Asia selama hampir dua abad (1096-1291) dikenal dengan nama Perang Salib. Perang itu terjadi sebagai reaksi umat Kristen terhadap umat Islam.

Sejak tahun 632, sejumlah kota penting dan tempat suci umat Kristen dikuasai oleh umat Islam. Akibatnya, umat Kristen merasa terganggu ketika hendak berziarah ke kota suci Yerusalem. Umat Kristen tentu saja ingin merebut kembali kota itu. Perang itu disebut Perang Salib karena pasukan Kristen menggunakan tanda salib sebagai simbol pemersatu dan untuk menunjukkan bahwa peperangan yang mereka lakukan adalah perang suci.

Faktor utama penyebab terjadinya Perang Salib adalah agama, politik dan sosial ekonomi. Faktor agama, sejak Dinasti Seljuk merebut Baitulmakdis dari tangan Dinasti Fatimiah pada tahun 1070, pihak Kristen merasa tidak bebas lagi menunaikan ibadah ke sana. Hal ini disebabkan karena para penguasa Seljuk menetapkan sejumlah peraturan yang dianggap mempersulit mereka yang hendak melaksanakan ibadah ke Baitulmakdis. Bahkan mereka yang pulang berjiarah sering mengelu karena mendapatkan perlakuan jelek oleh orang-orang Seljuk yang fanatik. Umat Kristen merasa perlakuan para penguasa Dinasti Seljuk sangat berbeda dengan para penguasa Islam lainnya yang pernah menguasai kawasan itu sebelumnya.

Faktor politik, dipicu oleh kekalahan Bizantium --sejak 330 disebut Konstantinopel (Istambul)-- di Manzikart (Malazkirt atau Malasyird, Armenia) pada tahun 1071 dan jatuhnya Asia Kecil ke bawah kekuasaan Seljuk terlah mendorong Kaisai Alexius I Comnenus (Kaisar Constantinopel) untuk meminta bantuan kepada Paus Urbanus dalam usahanya untuk mengembalikan kekuasaannya di daerah-daerah pendudukan Dinasti Seljuk.

Di lain pihak, kondisi kekuasaan Islam pada waktu itu sedang melemah, sehingga orang-orang Kristen Eropa berani untuk ikut mengambil bagian dalam Perang Salib. Ketika itu Dinasti Seljuk di Asia Kecil sedang mengalami perpecahan, Dinasti Fatimiah di Mesir dalam keadaan lumpuh, sementara kekuasaan Islam di Spanyol semakin goyah. Situasi semakin bertambah parah karena adanya pertentangan segitiga antara khalifah Fatimiah di Mesir, khalifah Abbasiyah di Baghdad dan amir Umayyah di Cordoba yang memproklamirkan dirinya sebagai penguasa Kristen di Eropa untuk merebut satu persatu daerah-daerah kekuasaan Islam, seperti Dinasti-dinasti kecil di Edessa dan Baitulmakdis.

Sementara faktor sosial ekonomi dipicu oleh pedagang-pedagang besar yang berada di pantai timur Laut Tengah, terutama yang berada di kota Venezia, Genoa dan Pisa, berambisi untuk menguasai sejumlah kota-kota dagang di sepanjang pantai Timur dan selatan Laut Tengah untuk memperluas jaringan dagang mereka. Untuk itu mereka rela menanggung sebagian dana perang Salib dengan maksud menjadikan kawasan itu sebagai pusat perdagangan mereka apabila pihak Kristen Eropa memperoleh kemenangan.

Sejarawan Philip K Hitti penulis buku The History of The Arabs membagi Perang Salib ke dalam tiga periode. Periode pertama disebut periode penaklukkan daerah-daerah kekuasaan Islam. pasukan Salib yang dipimpin oleh Godfrey of Bouillon mengorganisir strategi perang dengan rapih. Mereke berhasil menduduki kota suci Palestina (Yerusalem) tanggal 7 Juni 1099. Pasukan Salib ini melakukan pembantaian besar-besaran selama lebih kurang satu minggu terhadap umat Islam tanpa membedakan laki-laki dan perempuan, anak-anak dan dewasa, serta tua dan muda. Kemenangan pasukan Salib dalam periode ini telah mengubah peta dunia Islam dan situasi di kawasan itu.

Periode kedua, disebut periode reksi umat Islam (1144-1192). Jatuhnya daerah kekuasaan Islam ke tangan kaum Salib membangkitkan kesadaran kaum Muslimin untuk menghimpun kekuatan guna menghadapi mereka. Di bawah komando Imaduddin Zangi, gubernur Mosul, kaum Muslimin bergerak maju membendung serangan kaum Salib. Bahkan mereka berhasil merebut kembali Allepo dan Edessa. Keberhasilan kaum muslimin meraih berbagai kemenangan, terutama setelah muculnya Salahuddin Yusuf al-Ayyubi (Saladin) di Mesir yang berhasil membebaskan Baitulmakdis (Jerusalem) pada 2 Oktober 1187, telah membangkitkan kembali semangat kaum Salib untuk mengirim ekspedisi militer yang lebih kuat.

Periode ketiga, berlangsung tahun 1193 hingga 1291 ini lebih dikenal dengan periode kehancuran di dalam pasukan Salib. Hal ini disebabkan karena periode ini lebih disemanganti oleh ambisi politik untuk memperoleh kekuasaan dan sesuatu yang bersifat material dari pada motivasi agama.
(dam/berbagai sumber/RioL)

Ada baiknya anda menonton film Kingdom of Heaven

Blackwater: Theocon AS dan Agenda "Perang Salib" di Negara-Negara Islam

Assalamu'alaikum wr wb

http://swaramuslim.com/galery/comments.php?id=5573_0_18_0_C

Di negeri ini, tentara bayaran (mercenaries) memiliki catatan sejarah yang panjang. Walau minim publikasi, para mercenaries ini sebenarnya sudah bermain di Nusantara bersamaan waktunya dengan pendaratan pasukan kolonial VOC di abad ke-16.

Perang AS di berbagai negara, seperti di Irak dan Afghanistan menurut sebagian pengamat bukan semata-mata alasan perang melawan terorisme. Perang itu juga menjadi ladang bisnis perusahaan senjata dan perusahaan jasa tentara bayaran bahkan perwujudan dari penerapan ideologi Kristen konservatif, para pendukung Perang Salib. Penulis Jeremy Scahill mengupasnya dalam buku terbarunya yang menjadi buku best seller. Selain Scahill, sebenarnya sudah banyak penulis yang mengupas tentang "bisnis perang" dan agenda yang tersembunyi di dalamnya, yang melibatkan negara-negara besar seperti AS dan sekutunya. :foto :video

Dalam buku terbarunya berjudul "Blackwater:The Rise of the World's Most Powerful Mercenary Army" ( www.blackwaterbook.com ), Scahill mengungkap keterlibatan Blackwater, perusahaan jasa pelayanan tentara bayaran dan persenjataan swasta terbesar di AS dengan para theocon dan pasukan milisi Kristen Sovereign Military Order of Malta di berbagai wilayah konflik di dunia.

Scahill dalam bukunya menulis, perusahaan yang berbasis di Carolina Utara ini, memimpikan perusahaan mereka menjadi perusahaan jasa kurir semacam FedEx, bagi operasi-operasi pertahanan dan keamanan AS. Dan mimpi itu nampaknya sudah terwujud karena saat ini Blackwater, sudah mendapatkan kontrak terkait aktivitas perang di Irak dari pemerintah AS yang nilainya mencapai 500 juta dollar AS. Angka ini belum termasuk "anggaran rahasia" pemerintah AS untuk kontrak-kontrak antara Blackwater dengan agen-agen intelejen AS.

Blackwater juga mendapat kontrak dari Departemen Luar Negeri AS sebesar 300 juta dollar. Pada tahun 2003, perusahaan jasa tentara bayaran ini bahkan mendapat kontrak tanpa melalui tender dari Deplu AS untuk operasi perlindungan terhadap Paul Bremer, wakil pemerintah AS di Irak.

Blackwater menurut Scahill, mengerahkan ribuan tentara yang sangat terlatih ke Irak dan Aghanistan. Empat tentara bayarannya-yang oleh media massa disebut sebagai pasukan AS-pernah menjadi korban penyergapan pejuang Irak pada tahun 2004. Keempat tentara itu dibunuh dengan cara dibakar dan tubuhnya digantung selama berjam-jam di sebuah jembatan di kota Fallujah. Peristiwa inilah yang memicu aksi serangan besar-besaran "pasukan" AS ke kota itu.

Mengatasnamakan Demokrasi dan Kebebasan
Perusahaan Blackwater ( www.blackwaterusa.com ) didirikan pada tahun 1996 dan menjadi salah satu perusahaan jasa militer swasta terbesar di dunia. Perusahaan ini, menurut Scahill, memiliki 20 pesawat tempur dan 20 ribu tentara yang siap dikirim kapan saja sesuai pesanan.

Kantor Akuntabilitas Pemerintah AS melaporkan, perusahaan-perusahaan kontraktor swasta, seperti Blackwater, merupakan "kekuatan" kedua AS di Irak. Saat ini, sedikitnya ada 48 ribu tentara bayaran yang beroperasi di Negeri 1001 Malam itu, dan jumlah tentara bayaran yang tewas tidak masuk dalam data Pentagon.

Pendiri dan pemimpin Blackwater adalah Erik Prince. Prince, tulis Scahill, adalah seorang pendukung perang salib modern, sangat kaya dan sumber uang utama bagi Presiden George. W Bush. Sejak 1998, Prince mendonasikan sekitar 200 ribu dollar untuk kandidat presiden dari Partai Republik.

Scahill dalam bukunya juga menulis, Prince menunjukkan "betapa kuatnya secara politik, kalangan fundamentalis Kristen dan Neocon dalam melakukan tekanan bagi pertempuran mereka, dengan mengatasnamakan 'kebebasan' dan 'demokrasi'." Prince juga punya koneksi dengan kelompok-kelompok Kristen konservatif dan ikut membiayai organisasi-organisasi sayap kiri lewat yayasan Freiheit Foundation.

Prince, menurut Scahill, selalu mengaitkan misi-misi perusahaannya dengan gerakan theocon, istilah bagi orang-orang yang menganut ideologi konservatif berdasarkan pada keyakinan bahwa agama seharusnya memegang peranan penting dalam membuat keputusan publik.

"Setiap orang membawa senjata, seperti Nabi Jeremiah membangun kembali kuil di Israel-pedang di tangan yang satu dan kulir di tangan satunya lagi," demikian pernyataan yang pernah dilontarkan Prince.

Menurut istilah ensiklopedi Wikipedia, theocon mengacu pada anggota-anggota sayap Kristen, khususnya mereka yang menganut ideologi sintesis elemen-elemen seperti paham konservatisme sosial dan kalangan orang-orang Amerika serta kalangan penganut Kristen konservatif. Mereka mengekpresikan pahamnya itu melalui medium politik.

Penulis Jacob Heilbrunn dalam artikelnya berjudul "Neocon vs Theocon" pada tahun 1996 menyatakan bahwa, "Para theocon, juga beragumentasi bahwa Amerika berakar pada ide tersebut, namun mereka meyakini bahwa ide itu sebenarnya ide-ide kekristenan. "

Ideologi Perang Salib
Schahill, dalam bukunya juga mengupas tentang keterlibatan para eksekutif di Blackwater sebagai anggota dari milisi sebuah ordo dalam keyakinan Kristen bernama Sovereign Military Order of Malta ( www.smom.org ).

"Sejumlah eksekutif senior Blackwater seperti Joseph Schmitz, bukan hanya penganut fanatis ideologi theocon tapi juga anggota dari Sovereign Miltary Order of Malta, pasukan milisi Kristen yang misinya mempertahankan wilayah-wilayah perang Salib yang berhasil direbut umat Islam, tulis Scahill.

Sebelum bergabung dengan Blackwater sebagai Kepala Operasi dan anggota Dewan Umum pada tahun 2005, Schmitz mengatur semua kontrak operasi militer di Irak dan Afghanistan. Schmitz, kata Scahill, adalah mantan inspektur jenderal di Pentagon di tahun-tahun pertama perang AS di Irak.

Terkait milisi Sovereign Military Order of Malta, Scahill menjelaskan, pasukan milisi ini awalnya adalah organsisasi sosial Kristen di Al-Quds, muncul pada tahun 1080, yang tugasnya memberikan bantuan bagi warga miskin dan peziarah yang datang ke Kota Suci itu, yang menderita sakit.

Setelah penaklukan Al-Quds pada 1095-era Perang Salib pertama- organisasi ini menjadi Ordo Militer Katolik. Dan setelah umat Islam berhasil merebut Al-Quds, Ordo ini beroperasi dari wilayah Rhodesia, kemudian pindah ke Malta, di bawah kekuasaan kaum Sicilia di Spanyol.

Para anggota Ordo Militer Katolik ini dikenal sebagai "Pejuang Sukarelawan" yang membantu pasukan Perang Salib menyerang negara-negara Muslim yang berada di sepanjang pesisir Italia, termasuk Tunisia, Libya dan Maroko.

Ordo Soverign Military Order of Malta, sekarang memiliki negara sendiri bernama Malta yang berlokasi di Roma dan diakui oleh sekitar 50 negara di dunia. Sampai sekarang, Ordo ini diduga masih melakukan misi-misi misionaris di negara-negara yang sedang dilanda konflik, seperti Darfur di Sudan, dengan berkedok sebagai organisasi bantuan sosial.

Para anggota Ordo, ini disumpah, dan sumpahnya berbunyi, "Saya akan melengkapi diri saya sendiri dengan senjata dan amunisi, bahwa saya harus siap sedia ketika mendapat perintah, atau ketika saya dikomando untuk membela gereja, baik secara individu maupun dengan pasukan milisi Paus." (ln/iol/Eramuslim)

Tentara Bayaran AS dan Proyeknya di Dunia Islam 1 s/d 5

http://berita.swaramuslim.net/more.php?id=5388_0_12_14_M

Cara Mudah Hancurkan Zionis (Bag.1)

Assalamu'alaikum wr wb

http://swaramuslim.com/galery/comments.php?id=5603_0_18_0_C

Kamis dinihari, 7 Juni 2007, saat matahari masih terlelap dalam tidurnya, sebuah pesan singkat tiba-tiba masuk di ponselku dan pesannya cukup jelas:. "Hadiri 'MUNASHOROH PALESTINA' utk menentang 40th pejajahan Yahudi terlaknat. Ahad 10/6 di HI... "

Aku tersenyum. Tiba-tiba saja aku teringat salah satu sabda Rasulullah SAW, "Ilmu qobla 'amal". Ilmu sebelum beramal, yang memiliki arti sebagai: Sebelum melakukan sesuatu, hendaknya engkau mengetahui dengan benar apa yang akan kau lakukan. "

Pesan tersebut mengandung niat yang sungguh mulia. Semua manusia yang memiliki nurani pasti akan mendukungnya. Namun kalimat pesan tersebut mengandung bias dengan adanya tulisan "40th penjajahan Yahudi terlaknat. "

Yang tidak diketahui banyak kalangan, tidak semua Yahudi itu Zionis. Bahkan ada banyak orang-orang Yahudi yang dengan gigih menentang Zionisme. Sebut saja Rabbi Yisroel Dovid Weiss dengan kelompok Neturei Karta-nya di Amerika, Norman Finkelstein yang membuka kedustaan kaum Zionis soal Holocoust, Noam Chomsky yang membeberkan kelakuan Zionis-Amerika sehingga dengan berani menyebut AS sebagai 'The Rogue State' (Negara Bajingan), dan sebagainya. Saya yakin, orang-orang Yahudi yang berjuang keras menentang dan melawan Zionisme ini tentu tidak terlaknat.


Di sisi lain, ada banyak orang-orang Melayu, Anglo-Saxon, dan ras selain Yahudi yang secara aktif membantu Zionisme Internasional. Ironisnya, di negeri ini ternyata ada banyak orang yang mengaku Muslim yang turut membantu penjajahan Zionis-Israel di Palestina. Di negeri ini ada banyak orang yang turut menyumbangkan uangnya untuk dijadikan senjata-senjata dan peluru-peluru tentara Zionis yang pada akhirnya membunuhi bayi-bayi Palestina yang tak berdosa dan para Mujahidin Palestina lainnya.

Masih Beli McDonald's?
Dari Senin hingga Jum'at ba'da maghrib, dalam perjalanan pulang dari kantor, saya nyaris selalu melewati resto McDonald's di Pondok Indah, Jakarta. Hampir setiap malam resto itu penuh oleh pembeli. Banyak di antara mereka perempuan-perempuan berjilbab. Tahukah mereka jika sebagian keuntungan dari McD itu disalurkan ke Israel? Tahukah mereka jika CEO McD yang bernama Jack M Greenberg menjabat sebagai Direktur Kehormatan American-Israel Chamber of Commerce and Industry—Kadinnya Amerika—yang berlokasi di Chicago?

McDonald yang telah berdiri di lebih 121 negara, dengan jumlah armada restorannya sekitar 30. 000 buah, merupakan rekanan dari Jewish United Fund dan Jewish Federation. Sebab itu, ketika dalam perayaan 100 tahun berdirinya Jewish United Fund dan Jewish Federation di Chicago-AS di tahun 2002, McD mendapat penghargaan dari dua organisasi zionis itu sebagai perusahaan penyumbang ketiga terbesar di dunia setelah AOL Corporation dan Illinois Tool Works Foundation kepada Zionis-Israel.

Walau fakta-fakta ini sudah tersebar ke seluruh dunia sejak tahun 2000-an lalu, namun masih teramat banyak saudara-saudara kita yang mengabaikan hal tersebut. Ironisnya, di Makkah, sebuah kota suci umat Islam, resto McD bahkan telah mendirikan sekurangnya dua gerainya. Dan di Saudi Arabia sendiri McD telah mendirikan sekitar 71 gerai restonya. Pangeran Misha-al-bin Khalid bin Fahad al-Faisal Al-Saud tercatat sebagai pemegang lisensi restoran McD di Saudi Arabia. Dia bukan Yahudi. Tapi jelas terlaknat!

Sesungguhnyalah, jika ada seseorang—siapa pun dia—yang membeli produk makanan rekanan Zionis-Israel tersebut, maka dia telah ikut andil dalam pembunuhan bayi-bayi Palestina!

Sesungguhnyalah, jika ada seseorang—siapa pun dia—yang membeli dan memakan produk makanan rekanan Zionis-Israel tersebut, maka dia sebenarnya tengah memakan, mengunyah, dan memamah daging bayi-bayi Palestina yang telah dibunuhnya!

Bukan Hanya McDonald's
Sahabat Zionis-Israel bukan cuma McDonald's. Di dunia ini ada banyak sekali perusahaan-perusahaan yang secara aktif dan giat menyalurkan sebagian labanya kepada Zionis-Israel. Ironisnya, perusahaan-perusahaan tersebut bisa hidup dari menyedot uang milik kaum Muslimin seluruh dunia. Kenyataan ini membuat ulama besar asal Qatar, Dr. Yusuf Qaradhawy, pada November 2000 mengeluarkan fatwanya yang sangat monumental:
"Tiap-tiap riyal, dirham, dan sebagainya, yang digunakan untuk membeli produk dan barang Israel atau Amerika, dengan cepat akan menjelma menjadi peluru-peluru yang merobek dan membunuhi pemuda dan bocah-bocah Palestina. Sebab itu, diharamkan bagi umat Islam membeli barang-barang atau produk musuh-musuh Islam tersebut. Membeli barang atau produk mereka, berarti ikut serta mendukung kekejaman tirani, penjajahan, dan pembunuhan yang dilakukan mereka terhadap umat Islam... "

Fatwa ini didukung oleh ulama-ulama dan cendekiawan Muslim dunia seperti Syaikh Al-Azhar Ath-Thantawy, Dr. Abdul Satar Fathullah Said (Dosen Syariah Universitas Al-Azhar), Dr. Naser Farid Wasil (mantan Mufti Mesir), Dr. Muhammad Imarah (Pemikir Muslim Dunia), Dr. Abdul Hamid Ghazali (pakar ekonomi dan politik Islam), dan sebagainya. Puluhan ulama Sudan juga menulis surat dukungan terhadap fatwa tersebut.

Di Lebanon, Ayatullah Sayyid Muhammad Husayn Fadhlullah mengeluarkan fatwa sejenis pada tanggal 20 November 2000. Dari Iran, dari Markas Besar di Kota Qum, Imam Syed Ali Khamenei mengeluarkan fatwa mengharamkan membeli produk dan barang buatan Zionis-Israel dan seluruh negara yang mendukung Zionisme.
"Tiap-tiap transaksi dengan perusahaan yang mana pasti memberikan laba kepada mereka, pada hakikatnya adalah tindakan menolong musuh-musuh Islam dan Muslim, dan juga berarti mendukung rezim Zionis-Israel. Ini adalah perbuatan haram. Membeli produk dan barang dagangan mereka sama saja melakukan tindakan yang tidak bermoral, ini tentu saja tidak dibenarkan. "

Pemimpin Muslim Irak, Ayatullah as-Sayyid Ali as-Seestani juga mengeluarkan fatwa sejenis.

Yang menarik, fatwa Dr. Yusuf Qaradhawy ini ternyata juga direspon sangat positif oleh banyak sekali aktivis kemanusiaan Eropa dan Amerika. Mereka bukan orang Islam, bahkan kelompok Yahudi anti Zionisme yang ada di AS seperti Kelompok Neturei-Karta, dengan tegas menyatakan bahwa Zionisme dan Talmud adalah ajarannya Iblis.

Fatwa Boikot Dr. Qaradhawy bergema ke seluruh dunia. Di Eropa timbul gelombang pasang aksi boikot terhadap Zionis-Israel dan Zionis AS. Inilah beberapa kejadian di antaranya yang dikutip dari buku "Ketika Rupiah Jadi Peluru Zionis" (Rizki Ridyasmara, Pustaka Alkautsar, 2005):
- Belgia: Negara Eropa ini adalah pelopor suatu kampanye internasional untuk memboikot perusahaan-perusahaan minyak AS. Kampanye anti-AS itu dilakukan dalam rangka mengecam invasi AS atas Irak.

Aksi-aksi boikot itu dilakukan aktivis kemanusiaan Belgia dengan jalan menutup stasiun-stasiun bahan bakar milik perusahaan minyak AS seperti Esso dan Texaco di hampir seluruh wilayah Belgia. Di SPBU Esso di provinsi Gent misalnya, aksi boikot itu digelar dalam bentuk pergelaran happening art, ada sebuah karpet menutup mayat-mayat manusia, lalu sekelompok marinir AS bersenjata, dan sosok Presiden George W. Bush. Adegan itu untuk menggambarkan ribuan warga Irak tak berdosa yang menjadi korban ambisi perang minyak yang dikobarkan AS di Irak. Aksi itu juga menyimbolkan betapa ladang-ladang minyak dan gas penting milik Irak telah dirampok dan kemudian dijual perusahaan multinasional AS, Esso dan Texaco.

Organisasi HAM "For Mother Earth" sebagai salah satu anggota aliansi LSM "Kampanye Boikot Bush" memaparkan hal ini dalam pernyataan persnya yang dirilis Sabtu (14/6/03) di Belgia. Aliansi LSM "Kampanye Boikot Bush" merupakan satu koalisi LSM internasional yang terdiri dari Attac, America Watchers, For Mother Earth, dan Christian Movement for Peace.

Aliansi ini menegaskan bahwa AS telah bertindak sebagai "negara bajingan" sejak Bush terpilih sebagai presidennya. LSM For Mother Earth (FME) yang bermarkas di Belgia itu mencantumkan daftar produk-produk AS yang harus diboikot bersama produk-produk alternatif lainnya dalam situs mereka. FME juga mencantumkan perusahaan-perusahaan yang dianggap telah memberikan sumbangan terbesar kepada Partai Republik dalam kampanye Pemilu 2000 AS.

Dengan mengenakan pita dan bendera-bendera peringatan "berbahaya", para aktivis aksi boikot AS itu menutup stasiun-stasiun bahan bakar Esso dan Texaco tanpa kekerasan. Sejumlah lokasi stasiun bahan bakar yang berhasil sukses mereka tutup terletak di Antwerp, Arlon, Bruges, Brussels, Gent, Hasselt, dan Namur. "Ada darah ribuan korban tak berdosa pada logo-logo Esso dan Texaco. Kedua perusahaan minyak multinasional itu, bersama-sama telah menyumbangkan dua juta dolar AS untuk Bush pada kampanye Pemilu 2000. Mereka juga yang mendorong kebijakan pemerintahan Bush untuk menggelar perang di Irak, " tegas Pol D'Huyvetter, jurubicara FME.

Tokoh FME ini juga berkata, "Ketika Bush sama sekali melecehkan peringatan PBB dan opini publik internasional, boikot hari ini adalah model aksi paling efektif yang dapat kami tawarkan pada seluruh warga negara di manapun. Setiap orang bisa dengan mudah mendaftarkan sikap perlawanannya terhadap kebijakan AS. Yakni dengan cara memboikot produk-produk AS yang ada dalam daftar kami, atau bisa juga memboikot seluruh produk AS. Uang adalah bahasa yang biasa digunakan pemerintah Bush untuk memaksa negara-negara lain masuk dalam koalisi mereka. Aksi boikot adalah bahasa yang bisa dimengerti dan dipahami Washington. "

Dalam hampir semua aksi penutupan SPBU milik perusahaan Esso dan Texaco, para pekerja pom bisa memahami tujuan aksi para aktivis. Dialog berjalan cukup lancar. Para pengendara mobil dan motor yang mendengar seruan kampanye boikot perusahaan-perusahan minyak AS dari udara, umumnya memberikan respon mendukung. Mereka memberikan senyuman dan acungan jempol. (Bersambung/Rizki Ridyasmara)

Link :
- http://www.inminds.co.uk/qa-rabbi-weiss.html
- http://en.wikipedia.org/wiki/Norman_Finkelstein
- http://www.normanfinkelstein.com/
- http://www.chomsky.info/
- http://en.wikipedia.org/wiki/Noam_Chomsky

Detail Galery Dapat dilihat di

http://swaramuslim.com/galery/boycott/index.php?page=cara_hancurkan_zionis

http://swaramuslim.com/galery/boycott/index.php?page=cara_hancurkan_zionis

Cara Mudah Hancurkan Zionis (Bag.2)

Assalamu'alaikum wr wb

http://swaramuslim.com/galery/comments.php?id=5607_0_18_0_C


Fatwa Boikot Produk Zionis yang diserukan Yusuf Qaradhawy bulan November 2000 disambut gegap-gempita oleh seluruh aktivis kemanusiaan dunia, tidak saja di Dunia Islam, tetapi juga aktivis kemanusiaan yang non-Muslim.

Di Eropa, selain Belgia, aksi boikot terhadap produk Zionis juga marak di beberapa negara. Inilah di antaranya seperti yang dikutip di dalam buku "Ketika Rupiah Jadi Peluru Zionis" (Rizki Ridyasmara, Pustaka Alkautsar):

 Norwegia :  
Sejumlah supermarket mengeluarkan kebijakan memberi label kuning di tiap produk buatan Israel sebagai tanda kepada konsumen apakah mereka akan membeli produk Israel itu atau tidak.

Federasi Serikat Buruh Norwegia mengecam keras agresi Zionis-Israel atas Palestina dan juga tindakan Israel yang merusak kesepakatan Oslo di tahun 1993. Federasi buruh itu juga mengecam keras tindakan militer Israel atas apa yang dilakukannya di Tepi Barat.

Dalam suatu pidato di Hari Buruh, pimpinan federasi buruh Gerd -Liv Valla menyerukan agar masyarakat dunia melakukan aksi boikot atas semua produk Israel hingga negeri Zionis itu menghentikan segala tindakan biadabnya. Valla juga mengkritisi pemerintah Norwegia yang bersikap pasif terhadap konflik yang terjadi di Palestina.

Persatuan Buruh Transport Norwegia bahkan membuat barikade di gudang-gudang yang menyimpan buah-buahan dan sayuran dari Israel.

"Tindakan ini tidak akan kami hentikan sampai tentara Israel menghentikan aksi kekerasannya di Palestina. Barikade ini baru akan kami buka jika produk-produk Israel di dalamnya dilenyapkan!" tegas juru bicara buruh Thorbjoern Kristoffersen.

Dalam upayanya ini, organisasi buruh Norwegia juga membagi-bagikan dan menempel aneka selebaran yang berisi ajakan untuk menyukseskan kampanye boikot produk Israel. Selebaran itu disertai dengan poster aneka produk Israel yang harus diboikot. Serikat buruh Eropa juga tidak mengizinkan ekspor manufaktur dan produk lainnya ke daerah jajahan Zionis-Israel. Berbagai media cetak juga memuat berita ini lengkap disertai pemuatan brosur dan selebaran boikot.

Penasehat ekonomi Kantor Kementerian Luar Negeri Inggris, Guy Gantley memprediksi kampanye boikot produk Israel yang dilakukan oleh Serikat Buruh Eropa akan membinasakan perekonomian negeri Zionis itu. Gantley mengatakan hal itu dalam sebuah acara di Royal Institue of International Affairs.

Dampak yang paling cepat terasa, ujar Gantley, adalah di sektor pariwisata di mana turis dan jumlah penerbangan akan anjlok, dan mengalami kerugian besar. Hanya dalam waktu dua bulan saja, periode Maret dan April 2002, sektor pariwisata Israel mencatat hanya dikunjungi turis sebanyak 670 ribu turis dari yang biasanya berjumlah lebih dari dua juta turis.

Aksi boikot yang begitu marak di Norwegia membuat gerah Tel Aviv. Menteri Pertanian Israel, Yisrael Katz, mengancam Dubes Norwegia di Tel Aviv bahwa Israel akan memperkarakan negaranya ke meja hijau jika pemerintah Norwegia tidak segera menghentikan aksi propaganda boikot lewat media-media massa.

Katz menuduh LSM-LSM Norwegia yang mengajak memboikot produk Israel dengan mengangkat isu anti-Semit dan kejahatan berdarah Israel. Ancaman Katz ini datang setelah nilai ekspor Israel ke negara-negara Eropa turun drastis akibat kampanye boikot. Produk-produk Israel yang diproduksi di pemukiman-pemukiman Yahudi yang didirikan di tanah Palestina, Tepi Barat, dan Jalur Gaza merupakan produk Israel yang paling banyak mengalami pukulan.

Dalam berbagai pengumuman atau iklan yang menentang produk Israel di koran-koran Norwegia, dituliskan: "Buah Israel berbau racun…. Lawan penjajahan atas Palestina… Jangan Anda beli sayuran dan buah-buahan produk import Israel. " Dalam iklan-iklan tersebut terlihat jelas stiker yang diletakkan di atas buah dan sayuran Israel dengan tulisan seperti: Java, Carmel, dan Supra. Ada pula iklan bergambar sebuah jeruk produk Israel dialiri dengan darah.

Sebab itu, Kedubes Israel di Norwegia mengecam atas apa yang sering dimuat di media massa Norwegia dengan mengkampanyekan anti penjajahan Israel terhadap Palestina dan kampanye anti produk Israel. Kedubes Israel menganggap, iklan-iklan seperti itu amat berbahaya dan tidak menunjukkan sikap bersahabat.

 Denmark :  
Serikat Buruh Denmark membatalkan rencana pengiriman perangkat keras komputer dari perusahaan teknologi digital Israel, setelah tentara Zionis melakukan kekerasan yang terus-menerus terhadap warga Palestina. Beberapa pejabat perusahaan melakukan berbagai strategi dan bujukan agar sikap Serikat Buruh Denmark melunak. Bahkan diselenggarakan rapat dengan pemimpin serikat buruh, namun itu semua tidak menghentikan langkah Serikat Buruh Denmark yang tetap konsisten untuk melakukan boikot terhadap produk Israel.

"Dia sangat keras kepala!" keluh Dov Shoam, CEO Radix Technologies, setelah gagal membujuk Kepala Serikat Buruh Denmark, Jens Peter Hansen, dalam pertemuan yang diadakan di Kopenhagen. "Dia mungkin mendengarkan. Tapi cuma itu yang dilakukan. Sikapnya sama sekali tidak bergeser sedikit pun, " keluh Shoam kepada reporter dari Yediot Ahronot. "Mungkin kita harus membomnya dahulu agar dia mengerti sikapnya itu salah!"

Shoam mencoba menghadang upaya Serikat Buruh Denmark dengan melakuan kampanye di internet setelah Hansen membatalkan pembelian 60 unit "Radix Protector" net solution card dengan nilai besar. Namun ini pun gagal.

 Perancis :  
Sekitar 20 organisasi masyarakat Perancis mengajak Uni Eropa untuk memboikot Israel dan mengirimkan pasukan internasional untuk melindungi bangsa Palestina. Hal ini diserukan setelah tentara Zionis tersebut membunuh pimpinan HAMAS di jalur Gaza DR. Abdul Aziz Rantisi.

Kebanyakan ormas Perancis yang menandatangani pernyataan sikap itu adalah ormas-ormas yang dekat dengan imigran Palestina, seperti Gerakan Nasional untuk Palestina, Organisasi Solidaritas untuk Palestina, begitu juga organisasi-organisasi Yahudi Ortodoks yang mendukung perdamaian, seperti Persatuan Perancis Yahudi untuk Perdamaian dan ditambah organisasi-organisasi HAM Perancis, seperti Gerakan Anti Rasisme dan Gerakan Persahabatan Antar Bangsa.

Ormas-ormas Perancis itu, dalam pernyataannya, meminta agar dunia sesegera mungkin turun tangan untuk melindungi bangsa Palestina dan mengakhiri penjajahan Israel, juga merobohkan tembok 'rasis' pemisah yang dibangun Israel di Tepi Barat.

Mereka juga mendesak Uni Eropa untuk memboikot Israel dan membekukan semua perjanjian dengan negara Yahudi itu. Tidak itu saja, mereka juga mengajak untuk menggelar konferensi internasional untuk mewujudkan solusi adil bagi persoalan Palestina.

Dua wartawan harian Israel The Jerusalem Post, Zev Stub dan Sigalit Shachor juga melaporkan bahwa sejumlah partner bisnis di Perancis telah membatalkan pembelian produk-produk dari perusahaan industri Barkai yang memproduksi plastik film. Manajer pemasaran Barkai Industries, Haim Levy, menyatakan hal itu kepada media.

Levy juga menyerukan agar warga Israel dan kaum zionis di seluruh dunia menghujani seluruh media massa yang beredar di Perancis dengan surat, termasuk di situs-situs Perancis. "Opini yang disebar oleh media yang terbit di Perancis sungguh-sungguh telah merugikan kami, banyak rekanan kami yang kemudian membatalkan pesanaan produk-produk kami, " keluh Levy seraya mengatakan bahwa sejak kasus itu 9-11 perusahaan Israel yang biasanya melayani banyak order dari sejumlah rekanannya di Eropa mengalami penurunan permintaan sampai 40 persen.

"Di saat bersamaan, order Eropa kepada perusahaan-perusahaan Asia melonjak tajam bahkan hampir dua kali lipatnya. Ini sungguh menjadi masalah bagi kami, " ujarnya lagi.

Inon Leroy, Atase Perdagangan Kedutaan Israel di Perancis mengatakan, "Saya tidak dapat mengatakan bahwa ini bukan masalah. Ini benar-benar masalah yang nyata, " cetus Leroy.

 Inggris :  
London University School of Oriental and African Studies menggelar sebuah konferensi yang salah satu agendanya adalah melakukan boikot akademik terhadap universitas-universitas Israel. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk protes terhadap agresi Israel atas rakyat Palestina.

Seruan itu diwujudkan dalam sebuah manifesto yang menyerukan para akademisi untuk menolak bekerja dengan institusi milik Israel. Termasuk dalam seruan itu adalah penolakan beasiswa dan menghadiri konferensi yang diadakan oleh mereka.

Seorang filsuf dari St Mary's College di Twickenham menyatakan, boikot akademik ini merupakan jalan damai yang diharapkan mampu memberikan pengaruh yang signifikan bagi rakyat Palestina. "Banyak orang yang senang melakukan boikot terhadap Afrika Utara, tetapi mengapa tak berani melakukan boikot terhadap Israel?, " tantangnya.

Sementara itu, Hilary Rose, akademisi yang menggalang kampanye boikot tersebut menyatakan langkah ini merupakan sebuah eskalasi yang diharapkan memiliki dampak moral yang lebih besar. "Ini menunjukkan bahwa pemerintah tak memiliki kemampuan untuk menegakkan keadilan secara benar pada masalah Palestina, " tambahnya.

Menurut Koordinator Palestinian Society, Awad Joumma, boikot ini merupakan upaya untuk mengedepankan perdamaian dan kesamaan bagi rakyat Palestina. "Kami adalah orang-orang yang selama ini mendapatkan serangan kejam dari Israel namun tak ada keadilan bagi kami, " tegasnya.

Sementara Colin Bundy, Direktur The School of Oriental and African Studies (SOAS), menyatakan bahwa pihaknya menerima banyak email yang menentang penyelenggaraan konferensi yang dibarengi dengan aksi boikot tersebut.

Anggota Masyarakat Yahudi, Gavin Gross, menyatakan bahwa konferensi ini tak akan menghasilkan apa-apa kecuali kebencian. Karena konferensi ini hanya akan mendelegitimasi Israel dan masyarakatnya. Dan kegiatan tersebut juga dilakukan secara tak seimbang.

Sementara itu, Asosiasi Gereja Angelia Interasional melakukan aksi serupa terhadap Israel. Aksi ini mencakup embargo dan boikot investasi Israel di Inggris sebagai kecaman atas kekejaman Israel di tanah Palestina.

Seruan itu dilakukan Organisasi Jaringan Perdamaian dan Keadilan di tengah kecemasan yang meningkat di Israel setelah adanya dukungan datang dari gereja-gereja, perguruan tinggi, asosiasi perdagangan di Barat untuk melakukan boikot terhadap Israel. Jeni Tebi, pimpinan organisasi ini mengatakan, tidak ada keraguan sama sekali bahwa kita harus melakukan embargo keras terhadap Israel untuk menunjukkan dunia bahwa lembaga Gereja Angelia merupakan salah satu yang bertanggung jawab moral dalam masalah ini.

Ia mengatakan, pihaknya sangat paham tengah berhadapan dengan dengan salah satu negara terkaya dan terkuat yang didukung Amerika dan seruannya adalah seruan umat Kristiani. Pada Juni 2005, kelompok Kristen Angelia ini juga mengajak pimpinan kelompok ini yang berjumlah 75 juta orang di seluruh dunia untuk menekan pemerintah-pemerintah dunia agar memboikot Israel. (Rizki Ridyasmara/Bersambung/eramuslim)

Detail Galery Dapat dilihat di

http://swaramuslim.com/galery/boycott/index.php?page=cara_hancurkan_zionis2

Cara Mudah Hancurkan Zionis (Bag.3)

Assalamu'alaikum wr wb

http://swaramuslim.com/galery/comments.php?id=5612_0_18_0_C


Fatwa boikot produk Israel dan AS yang diserukan Yusuf Qaradhawy disambut gegap-gempita oleh aktivis kemanusiaan dunia dari Eropa hingga Asia, setelah Denmark, Perancis, Inggris, maka Swedia dan lainnya juga merespon dengan sangat antusias. Inilah di antaranya:

 Respon di Swedia 
Anna Lind, Menteri Luar Negeri Swedia, menegaskan dirinya akan turut menyukseskan kampanye boikot produk Israel. Ini dikutip oleh semua media terbitan Swedia tanggal 20 April 2002. "Saya akan memboikot produk-produk Israel yang banyak dijajakan di sejumlah supermarket negeri ini, khususnya buah-buahan seperti jeruk dan alpukat, " ujar Lind.

Saat berbicara dalam sebuah tayangan televisi Swedia (19 April 2002), Anna Lind menyatakan, "Jika pun saya tidak mampu untuk mempengaruhi kebijakan pemerintah Swedia untuk bersatu dalam barisan kampanye boikot produk Israel, saya pribadi akan tetap melakukan aksi ini. " Tindakannya ini, ujar Lind, dilakukan sebagai bentuk protes dan kecaman terhadap kebiadaban tentara Zionis-Israel terhadap warga Palestina.

Lind merupakan salah satu aktivis dari Partai Sosial Demokrat yang secara resmi memang bersimpati pada perjuangan bangsa Palestina dalam merebut kemerdekaannya dari penjajahan Zionis-Israel. Menteri Luar Negeri yang baru, Stein Anderson, juga berasal dari partai yang sama dengan Lind dan secara pribadi juga bersahabat akrab dengan Presiden Palestina Yasser Arafat.

Menteri Kerjasama Internasional Palestina, Nabil Shaat, ketika berkunjung ke Ibukota Swedia, Stockholm, bertemu dengan PM Goeran Persson. Pemerintah Swedia, ujar Persson, akan memberikan bantuan uang kepada Palestina sebesar 350 Swedish Corona atau mendekati 35 juta dollar AS untuk membangun kembali kamp pengungsian di Jenin dan wilayah sekitarnya yang luluh-lantak akibat kekejaman tentara Zionis yang melancarkan aksi pembantaian di Jenin.

Shaat juga bertemu dengan Lind yang menyatakan kaget dengan apa yang menimpa warga Palestina. Lind dalam kesempatan itu berjanji akan membantu bangsa Palestina dengan sekuat tenaga. Shaat sangat terharu atas perhatian pemerintah Swedia yang menunjukkan empati demikian tinggi terhadap nasib bangsa Palestina. Di kantor-kantor pemerintah, dari pegawai rendahan hingga pejabat tingginya banyak yang memakai pin bertuliskan "Boikot Israel".

Setelah terjadinya pembantaian warga Palestina di Jenin, segenap masyarakat Swedia turun ke jalan-jalan melakukan unjuk rasa mengecam ulah biadab tentara Zionis pimpinan Ariel Sharon waktu itu. Dalam aksinya, mereka mengusung pamflet dan spanduk panjang yang berisi kecaman terhadap Sharon dan menyebutnya sebagai pembunuh berdarah dingin. Ada pula yang menulisi spanduknya dengan kalimat "Bush is a killer" atau "Zionism is Fascism".

Beberapa kelompok Yahudi di Swedia juga menggelar aksi tandingan. Di sejumlah tempat, bentrokkan tak terelakkan yang berakhir dengan kedatangan polisi yang menyemprotkan gas air mata untuk melerai kedua kelompok tersebut.

Di kota Obsala, peserta aksi unjuk rasa mengenakan pakaian hitam-hitam, menutup mulutnya, sambil membawa lilin dalam satu acara di malam hari. Mayoritas warga Swedia dengan tegas menyatakan berdiri di samping Palestina. Kian hari kian banyak warga Swedia yang bergabung dalam kampanye boikot produk Israel. Bahkan masalah Palestina menjadi salah satu agenda utama pembahasan di dalam pemilihan umum parlemen di bulan September 2002.

 Di Rusia 
Liga Muslim Rusia juga tidak ketinggalan ikut serta dalam menyukseskan kampanye boikot produk Israel dan Amerika. Mereka men-sweeping pasar-pasar dan sejumlah supermarket di Rusia. Aneka selebaran dan poster berisi seruan boikot ditempelkan di sejumlah tempat keramaian. Ini dilakukan sebagai bentuk protes atas kekejaman tentara Zionis yang terus-menerus melakukan pembantaian terhadap bangsa Palestina.

Pada tanggal 2-4 Mei 2002, di timur Rusia diselenggarakan konferensi Liga Muslim Rusia mengambil tema "Muslim Rusia dan Isu-Isu Kontemporer". Sheikh Nafiullah Ashirov, pimpinan Liga Muslim Rusia, menyerukan agar Muslim Rusia wajib memboikot produk Israel dan Amerika. "Membeli produk Israel dan Amerika berarti Anda telah membantu mereka membunuhi bangsa Palestina!" tegas Ashirov seperti termuat dalam situs http://www.Islamwww.Islam.Ru

Ashirov juga menyebut aksi boikot sebagai jihad kecil melawan Israel bagi siapa pun yang belum diberi kesempatan untuk melakukan jihad besar melawan Israel di tanah Palestina. Ashirov juga menuding Amerika sebagai negara yang dengan nyata membantu Israel dan juga secara langsung memerangi umat Islam dunia.

Mufti Republik Tataristan, Othman Isaacov, dengan penuh empati menyatakan sikapnya, "Hati kami berada di Palestina, dan jiwa kami ada di Afghanistan. Kami menyerukan kepada saudara-saudaraku seiman di seluruh dunia untuk mengambil bagian dalam peperangan abadi melawan musuh-musuh Allah ini. Salah satu jalan terbaik untuk menolong saudara-saudara kita di Palestian dan Afghan adalah dengan jalan memboikot produk-produk mereka. "

Harian Islam Rusia, Al-Fikr, memuat sejumlah produk AS dan Israel yang diserukan untuk diboikot, antara lain produk Coca-Cola, Pepsi-Cola, Heinz, New Alex, Rodina, California Gardens, dan sebagainya.

Kampanye boikot produk Israel dan AS yang bergema di seluruh dunia ditanggapi Israel dengan sikap reaktif. Asosiasi Manufaktur Israel menyatakan kekecewaannya atas kampanya boikot yang diserukan oleh Eropa. Akibat seruan boikot ini, banyak rekanan Israel di Eropa yang membatalkan pembelian dan perjanjian bisnisnya.

Asosiasi ini juga mendesak pemerintahnya untuk sesegera mungkin memberikan bantuan dan menjamin kelancaran ekspor produk-produk Israel ke luar negeri agar permintaan bisa kembali lancar. Ini dilakukan karena di sejumlah negara Eropa, produk-produk Israel tertahan di bandara atau pelabuhan karena serikat buruh setempat menolak untuk mengangkut atau memproses barang-barang negeri Zionis tersebut. Walau tidak disebutkan dengan jelas, diduga kuat, kerugian yang dialami perusahaan Israel sangatlah besar.

 Israel Kolaps 
Dalam waktu tidak lebih dari dua tahun, jumlah turis ke Israel turun lebih dari 90 persen, tingkat hunian hotel-hotel di Israel turun drastis hingga 47 persen (Jerusalem Post, Haim Shapiro, "Israel Hotel visits drop 47% in first half", 24 Juli 2002).

Perusahaan maspakai penerbangan Israel, El Al, mengurangi jumlah penerbangan ke Eropa dan Amerika hingga 10-30 persen (Data dari CEO El-Al-Yitzchak Amitai dalam. http://Www.Globes.Co.il , "El Al-Cuts Flights to Europe & US", 5 Mei 2002).

Israel Military Industries, mem-PHK 1. 000 pekerjanya, menutup 5 unit pabrik senjatanya, menggabungkan unit-unit usaha sebagai langkah efisiensi, dan merencanakan privatisasi (Data dari CEO IMI, Arieh Mizrahi, dalam rapat resmi dengan Federasi Pekerja Histadrust yang dipimpin oleh MK Amir Peretz, seperti dikutip dari Harian Ha'aretz, by Haim Bior, "Israel Military Industries set to fire 1000 workers and close factories", 11/8/ 2002).

IMI mengalami defisit keuangan sekitar 30-40 juta dollar AS di tahun 2002. Venture Capital Funds (VCs) yang menanamkan investasi di Israel antara tahun 1999 hingga 2001 telah kehilangan hingga 5 miliar dollar AS dari keseluruhan investasi sebesar 6, 5 miliar dollar AS (Ha'aretz, by Oded Hermoni, "Investors lose $5 billion on Israeli startups", 5 Agustus 2002).

Yoram Tietz dari Ernst & Young Israel (Kost, Forer & Gabbay): "Dua miliar dollar AS hilang akibat penutupan sejumlah perusahaan, tiga miliar dollar AS hilang akibat terdepresi oleh situasi perekonomian dan politik di Israel yang menunjukkan grafik yang kurang menguntungkan. "

Dalam kuartal kedua 2002, laba perusahaan-perusahaan hi-tech di Israel dari sisi investasi dan kerjasama proyek turun 43 persen atau 291 juta dollar AS dibanding pendapatan dalam kuartal yang sama di tahun 2001 (Data Israel Venture Capital, dari The Jerusalem Post, by Mati Wagner, "Venture Capital Investments in Israel down 43% in Q2", 24/7/ 2002).

 Dana Dari Amerika  
Mengetahui Zionis-Israel sekarat, Zionis Amerika lekas-lekas menolong. Paul Wolfowitz menggelar acara penggalangan dana besar-besaran untuk Israel bertajuk "Stand with Israel".

Dana miliaran dollar AS mengalir deras ke Israel dalam tempo singkat. Perusahaan-perusahaan AS bergotong royong dengan pemerintahan Bush menggelontorkan dana miliaran dollar ke negeri Zionis tersebut. Israel tidak jadi tewas. Amerika menjadi dewa penolongnya.

Sekarang, masihkah kita mau menyalurkan uang kita ke perusahaan-perusahaan pro Zionis? Masihkah kita sudi membelanjakan uang kita ke mereka? Jika Yahudi Neturei Karta saja memboikot produk AS dan Israel, maka jika kita masih saja berbelanja produk AS dan Israel, maka sesungguhnya kita lebih buruk dari pada Yahudi. Bukan saja Yahudi terlaknat, tapi bisa jadi, kita pun terlaknat. (Tamat/Rizki Ridyasmara/eramuslim)

Detail Galery Dapat dilihat di

http://swaramuslim.com/galery/boycott/index.php?page=cara_hancurkan_zionis3

Berbuka Puasa dengan Daging Bayi Palestina

Assalamu'alaikum wr wb

http://swaramuslim.com/galery/comments.php?id=5708_0_18_0_C

Oleh Rizki Ridyasmara
Bulan Ramadhan 1428H telah menginjak hari kedua. Di hari pertama kemarin, saya melihat banyak Muslim Indonesia berbuka sambil memakan daging bayi-bayi Palestina. Mereka juga banyak yang berbuka dengan minum darah bayi-bayi dan anak-anak Palestina.

Sore kemarin, banyak dari saudara-saudara kita yang berbuka puasa di gerai-gerai restoran makanan cepat saji (junk food) Amerika. Kita tahu sendirilah siapa saja gerai-gerai itu. Begitu adzan Maghrib bergema, dengan khusyuk mereka berdoa dan setelah itu dengan senyum mengembang mereka mulai mengambil hamburger berisi sayatan-sayatan kecil daging-daging bayi Palestina dan memakannya. Di meja mereka juga ada gelas-gelas plastik berisi darah bayi-bayi Palestina, dengan ditambahi batu es berbentuk kotak-kotak kecil. Alangkah nikmatnya mereka menyantap itu semua. Ini kejadian sungguhan!

Tahukah Anda bahwa semua ini adalah fakta sesungguhnya? Bukan terjadi di negeri dongeng atau pun di republik mimpi. Tahukah kita jika kita membeli makanan-makanan junk-food terkenal dari Amerika itu, membeli soft-dring terkenal produk Amerika itu, kita sesungguhnya tengah membeli daging dan darah bayi-bayi Palestina untuk kita konsumsi? Siapa pun Anda, jika Anda melakukan itu, maka Anda adalah seorang kanibal. Berkahkah berpuasa dengan melakukan itu semua? Jawab sendiri.

Bulan November 2000 lalu Dr. Yusuf Qaradhawy telah mengeluarkan fatwa boikot pembelian produk-produk yang nyata-nyata telah membantu eksistensi Zionis-Israel. Jika kita membeli produk-produk itu, maka kita sungguh telah ikut membunuh bayi-bayi dan anak-anak Palestina.

Lantas, produk-produk apa saja yang seperti itu dan diharamkan bagi umat Islam membelinya? Klik saja di www.inminds.co.uk Di situs itu kita bisa melihat secara lengkap, berikut bukti-bukti tidak terbantahkan, bahwa perusahaan-perusahaan yang mengeluarkan produk-produk tersebut aktif membantu eksistensi Zionis-Israel.

Saudaraku, hentikan kebiasaan berbuka puasa dengan meminum darah bayi-bayi Palestina. Hentikan berbuka puasa dengan mengkonsumsi daging bayi-bayi Palestina. Jika Anda, siapa pun juga, masih saja mengabaikan hal ini, maka Anda—mengakui atau tidak—telah menjadi sahabat bagi Zionis-Israel dan menjadi musuh bagi perjuangan menegakkan Islam. Silakan pilih. Toh, nanti kita akan mempertanggungjawabkannya sendiri-sendiri di yaumil akhir kelak. (eramuslim)


Boycott Cara Mudah Hancurkan Zionist


Cek di http://swaramuslim.com/galery/boycott/index.php

DAJJAL & SYMBOL SETAN

Assalamu'alaikum wr wb

http://swaramuslim.com/ebook/?id=5777_0_11_0_C

Menyambung postingan berjudul Ada Sun God pada Konser Sang Legenda 70 Tahun Titiek Puspa, mungkin banyak diantara kita yang berkomentar "Apa arti sebuah symbol??" - "Aya aya Wae mang Erros".

Mengambil momentum acara tersebut, Alhamdulillah eBook : DAJJAL & SYMBOL SETAN telah selesai dibuatkan dalam versi html dilengkapi dengan galery dalam bentuk jpg dan streaming.

Insya Allah, dengan membaca eBook ini, kita semua dapat memperoleh wawasan dalam menyikapi agenda jahat yang sedang dilancarkan "mereka" dalam menciptakan 1 dunia baru "New World Order". :photo :video

Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak pernah akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah, "Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)." Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.
(al-Baqarah: 120)

 PENGANTAR PENULIS 
Bismillahirrahmanirrahim Asalamu'alaikum wr. wb.
Alhamdulillahi ladzii arsala rasulahu bil-hudaa wadiinil haqqi liyuzhhirahu 'alad-diini kullihi walau karihal-nusyrikun. Allahumma shalli 'ala Nabiyi wa Sayyidul-Mursaliin Muhammad saw. wa 'ala alihi wa shahbihi ajma'in. Amma ba'du.

Alhamdulillah, penulis dapat mempersembahkan sebuah buku yang berjudul Dajal dan Simbol Setan, sehingga umat atau pembaca dapat melakukan telaah dan merenungkannya secara lebih mendalam mengenai bahaya sepak terjang Dajal dan pahamnya. Sebagaimana pembahasan tentang iman yang kita berikan makna sebagai keberpihakan yang penuh (kaffah) kepada Allah dan Rasul-Nya seraya menafikan seluruh ajaran setan yang menjadi musuh kita (al-Baqarah: 208) maka kita menafsirkan setan sebagai sebuah ideologi Dajal yang akan membongkar dan memalingkan wajah batin keberpihakkan kita kepada Allah dan Rasul-Nya tersebut. Dengan kata lain, ada satu gerakan yang sangat besar saat ini yang saya sebut dengan istilah "gerakan kafirisasi". Bila berapa dekade yang lalu kita mengenal istilah zionisme maka saat ini sejalan dengan globalisasi, kita berhadapan dengan ideologi kafirisasi yang disebut dengan neo-zionisme sebuah ideologi yang ingin menciptakan tatanan dunia global yang sekuler dan terlepas sama sekali dari ajaran agama yang mereka anggap sebagai kepalsuan, racun, dan dogmatis-fundamentalis.

Di mana-mana mereka akan membuat keguncangan, keresahan, dan rasa bimbang di hati umat beragama melalui gerakan yang saya istilahkan dengan "gerakan 7 F", yaitu menghancurkan kekuatan finansial (Financial) umat Islam, merusak pola makan (f'ood), menciptakan adu domba atau perpecahan di kalangan umat beragama maupun di dalam tubuh umat Islam (friction), menyebarkan cara berpikir bebas (freethought), menebarkan ideologi yang membebaskan manusia dari tata cara pemikiran agamis (freedom of religion), menguasai film, TV, dan media massa (film), menumbuhkan dan menggoda masyarakat agar berbudaya dan bersikap mengikuti millah mereka (fashion/life style), membuat beberapa aliran mistik untuk menghancurkan agama (faith, sect, occultism, dll.), menumbuhkan rasa kecewa (frustrasion), dan lain-lain.

Gerakan konspirasi mereka telah membuat carut-marut dan tercabiknya wajah kaum beragama, utamanya umat Islam. Mereka menuduh umat Islam sebagai fundamentalis, ekstremis, dan tiran. Bahkan, Huntington dengan jumawa (berani) mengatakan bahwa musuh Barat setelah Rusia hancur adalah Islam. Lantas, informasi apalagi yang mampu menggugah dan menggedor umat Islam bahwa dirinya sedang dijadikan sasaran tembak kaum dajal?

Bukankah setiap saat kita berdoa, "Allahumma inni a'udzubika min fitnatil Masihid Dajjal," (Ya Allah aku berlindung kepadamu dari fitnah Masihud-Dajjal). Tetapi, sungguh nelangsa jiwa karena kita mengucap tanpa mengetahui apa maknanya. Dalam pembahasan ini telah dijelaskan bahwa al-Masih adalah orang yang diberkati, yang diurapi, yang dibasuh kepalanya atau ditafsir sebagai bentuk "kesucian", sedangkan Dajal diartikan sebagai penipu, penjahat, atau gerakan kafirisasi. Sehingga al-Masih ad-Dajal diartikan sebagai gerakan para penipu yang berpura-pura membela kesucian. Gerakan anti-agama yang berwajah lembut.

Benarlah apa yang difirmankan Allah SWT: "Dan, apabila perkataan telah jatuh atas mereka, Kami keluarkan Dabbah (sejenis binatang melata) dari bumi yang akan mengatakan kepada mereka bahwa sesungguhnya manusia dahulu tidak yakin kepada ayat-ayat Kami." (an-Naml: 82)

Dabbah atau binatang melata tersebut tidak lain adalah ideologi kafirisasi atau gerakan konspirasi yang selama ini terselubung (under-ground 'bawah tanah') akan muncul dengan terang-terangan menantang umat Islam agar mengikuti millah atau tata cara budaya mereka (al-Baqarah: 120).

Dalam situasi seperti ini, kunci untuk menghambat gerakan mereka adalah kesatuan umat, satu komando, satu gerakan, dan satu visi, yaitu menanamkan satu etos perjuangan di dada setiap pribadi muslim untuk memenangkan Islam (at-Taubah:33, al-Fath:28; ash-Shaff:9).

Sudah saatnya semua pihak memikirkan tantangan yang semakin menggila dari kaum dajalis ini dengan cara mempersatukan kekuatan seraya membuat garis yang tegas, mana kawan mana lawan. Sebagaimana firman-Nya:

"Hai orang-orang yang beriman janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudaratan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahhanmu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka lebih besar lagi...." (Ali Imran: 118)

Harus ditanamkan sejak dini kepada putra-putri kita, bahkan harus dijadikan satu etos kultural bahwa yang dimaksudkan dengan seorang muslim adalah "seorang yang berpihak kepada Allah dan Rasul-Nya, dan memunyai misi untuk memenangkan agama Islam semata-mata" (at Taubah: 33; al-Fath: 28; ash-Shaff: 9). Dengan definisi ini, jelaslah bahwa siapa pun yang bergabung dengan kelompok atau harakah yang tidak melandaskan dirinya untuk izzul Islam wal-muslimin (kejayaan Islam dan umatnya) adalah kehohongan yang nyata.

Harus ditanamkan satu kesadaran bahwa memperjuangkan kejayaan Islam dan umatnya adalah bagian dari darah daging seorang muslim, merupakan bagian dari jati dirinya. Karena, begitu seseorang mengaku sebagai muslim, dia adalah pejuang Allah, partisan yang sekujur tubuhnya, mulai dari ujung rambut sampai ujung kakinya, dari relung jiwanya sampai bentuk wadag jasmaninya, dicelup, (di-sibghah) dengan semangat perjuangan. Jiwa muru'ah-nya hanya mempunyai satu moto perjuangan, "isy kariman au mut syahidan" yang artinya menjadi muslim sejati atau mati sebagai syuhada, atau dalam bahasa Inggrisnya, be a good muslim or die as fighter.

Lihatlah sekitar kita. Hidup tidak lain adalah sebuah pertarungan. Manusia yang berjiwa kardus akan segera tersingkir dari derap perjalanan peradaban ini. Hanya manusia yang tangguh yang jiwanya telah dicelup (sibghah) mahabbah lillah (kecintaan kepada Allah) yang dapat berdiri tegar meraup debu-debu perjuangan. Hanya manusia yang hatinya dibalut iman, rohnya membara disulut jihad yang pantas menghadang segala tantangan musuh. Gantilah kelewangmu dengan kecerdasan pikiranmu yang paling tajam. Buanglah anak-anak panah dan ganti dengan zikirmu yang paling merasuk di hati agar waspadalah jiwa menyimak gerak musuh sekecil apa pun langkah mereka.

Sebagaimana kerinduanku kepadamu semua bahwa ilmu yang kita peroleh ini bukanlah sebagai pajangan untuk memenuhi perpustakaan, melainkan sebagai penyulut ruhul jihad, menebar iman dengan cinta, menggubah dunia dengan prestasi, menjadikan hidup penuh arti. Apalah artinya ilmu tanpa amal, bagaikan gelas tanpa isi. Sebaliknya, apalah artinya mempunyai gelas, bila diisi dengan racun.

Hadapkan wajah batinmu untuk menghadang segala durjana. Walau fitnah mendera, sejuta cibir mencemooh, dan segudang fitnah mendera-dera, janganlah surut. Karena kiprah para mujahid dakwah bukan meminta puji dan tepukan manusia, tidak juga untuk mencari imbalan duniawi, melainkan menggapai cinta Ilahi Rabbi.

Engkau sungguh mengetahui, betapa siksa, cerca, dan penjara telah membelenggu diriku. Hidup terpuruk dalam kemiskinan dan diterpa oleh segala fitnah karena mengambil risiko untuk berdakwah.

Tetapi, bagi kita tidak ada kata "berhenti". Tempat perhentian seorang mujahid, hanyalah kematian yang menjadi pintu awal kebahagiaan abadi.

Laungkan soneta perjuangan yang akan menebar kasih penyubur hidup alam semesta. Abaikan segala fitnah dan cemooh kaum durjana, selama dadamu sarat dengan cinta, katakan kepada mereka:

"Wahai dunia, robek dan cabiklah dadaku Lumat dan sirnakan jasadku Tetapi engkau tak akan pernah Memperoleh imanku

Tebarkanlah sejuta duri fitnah Yang menguak hati penuh nanah Tak akan aku menjadi gelisah Karena cintaku telah tumpah Menggapai Marhamah.

Isy kariman au mut syahidan!"

Lihatlah di hadapanmu, betapa jelasnya kemunafikan manusia. Nuraninya telah kering dari siraman air surgawi. Jiwanya telah tergadai kepada dunia. Bahkan, dengan gagah berani mereka mencampakkan rasa malu, membutakan mata hatinya seraya menjual martabat dan harga dirinya demi dunia. Dia tenggelam dalam debu dunia yang menderu dan mendera. Mereka mengaku muslim, tetapi jauh dari sikap dan perilaku yang Islami. Mereka mengaku muslim, tetapi berbudaya dan berpolitik di atas fondasi dan semangat yang tidak dinaungi bayangan Al-Qur'an sama sekali. Bahkan, mereka melakukan "akrobatik intelektual" untuk mencari alasan-alasan yang tidak disadarinya justru sedang memperkuat tatanan masyarakat jahiliah. Kuat secara intelektual, tetapi bobrok secara moral!

Tetapi, bagimu wahai para mujahid dakwah, tidak ada kamus untuk menjadi budak dunia. Dengan iman dan amal prestasimu, gubahlah dunia agar merangkak menjadi budak di ujung telapak kakimu. Jangan engkau bunuh hati nuranimu hanya karena ingin mendapatkan kedudukan dunia.

Bila saja semangat itu terhunjam di hati kita semua, niscaya cita-cita membangun ittihadul ummah (persatuan umat) sebagai salah satu cara untuk mengahadapi kaum dajjalis bukanlah sebuah impian. Dia pasti datang walau pelan dan merangkak sekalipun.

Akhirnya, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Penerbit Gema Insani Press, Bapak Sirodjul Munir, Ibu Khadijah, dan banyak lagi sahabat yang tidak sempat saya tuliskan yang telah membantu terbitnya buku ini. Demikian pula ucapan terima kasih kepada seluruh santri Labmend yang telah memberikan banyak inspirasi kepada saya.

Wassalamu'alaikum wr. wb.

Jakarta, 17 Oktober 1998

Toto Tasmara

Untuk mengetahuinya silahkan baca di

http://swaramuslim.com/ebook/html/020/index.php?page=gal-sun_god

eBook-020 : DAJJAL & SYMBOL SETAN

http://swaramuslim.com/ebook/html/020/index.php

Open Your Mind
Illuminati Symbolism - It's All Around You!

Rabu, 28 November 2007

" Abu Zayd Ditolak Umat Islam Riau "

"Abu Zayd Ditolak Umat Islam Riau"

Oleh: Adian Husaini
Pada hari Jumat, 23 November 2007, Dewan Da'wah Islamiyah Indonesia menerima pernyataan sikap dari MUI Riau tentang penyelenggaraan acara Konferensi Tahunan Studi Islam ke-7 (Annual Conference on Islamic Studies (ACIS) in Indonesia VII) yang tahun ini diselenggarakan di UIN Riau. Pernyataan ini ditandatangani oleh Ketua MUI Riau H. Ridwan Syarif dan sekretaris Umum H. Fajeriansyah Lc.

Judul pernyataan MUI Riau ialah: "Umat Islam Riau Tolak Kehadiran Nasr Hamid Abu Zayd". MUI Riau mempersoalkan mengapa dalam acara tersebut akan diundang Prof. Dr. Nasr Hamid Abu Zayd, ilmuwan Mesir yang divonis murtad oleh Mahkamah di Mesir karena tulisan-tulisannya dinilai melecehkan Al-Quran.

Pihak penyelenggara ACIS, yaitu Direktorat Pendidikan Tinggi Islam Depag, jauh-jauh hari memang sudah menjadwalkan bahwa Abu Zayd akan datang pada acara tersebut. Harian Berita Kota (20/11/2007), hal 10, mengutip kantor berita Antara, juga memuat sebuah berita berjudul: "4 Pakar Asing Bahas Islam". Disebutkan dalam berita tersebut, bahwa Ditjen Pendidikan Islam Departemen Agama memastikan empat pakar asing bidang keislaman akan menghadiri pertemuan tahunan masalah keislaman atau Annual Conference on Islamic Studies (ACIS) ke-7 di Pekanbaru, Riau, 21-24 November 2007.

"Pembicara internasional yang sudah bersedia hadir adalah Mark Woodward dari Arizona State University, Ronald Lukens Bull dari University of North Florida, Peter Suwarno dari Arizona State University, dan Nasr Hamid Abu Zayd dari Leiden University of Netherlands," kata Direktur Pendidikan Tinggi Islam Departemen Agama Abdurrahman Mas'ud di Jakarta, Senin (19/11).

Demikian berita di koran yang terbit di Jakarta tersebut. Acara itu sendiri telah dibuka secara resmi oleh Menteri Agama, H. Maftuh Basuni pada Rabu (21/11/2007) malam di Hotel Sahid Pekan Baru.

Dalam siaran persnya, MUI Riau menyatakan, bahwa Nasr Hamid Abu Zayd, intelektual Mesir yang divonis murtad di negerinya, telah ditolak kehadirannya oleh umat Islam Riau. Penolakan itu dilakukan oleh MUI Riau bersama sejumlah Ormas Islam lainnya. Abu Zayd sendiri akhirnya batal datang ke acara tersebut. Akan tetapi, dalam pidato sambutan pembukaan ACIS VII, Direktur Pendidikan Tinggi Islam Depag RI, Prof. Dr. Abdurrahman Mas'ud, MA, menjelaskan bahwa Abu Zayd berjanji akan hadir pada acara International Seminar di UNISMA Malang, 26 November 2007.

Karena isinya sangat penting untuk kita cermati, berikut ini kita simak secara lengkap siaran pers MUI Riau tentang Abu Zayd dan penyelenggaran Konferensi Tahunan Studi Islam di Indonesia:

Nasr Hamid Abu Zayd adalah tokoh liberal yang pendapat-pendapatnya sangat ekstrim, sehingga dia divonis murtad oleh Mahkamah Mesir. Dia lalu melarikan diri ke Leiden University. Dari sanalah, dengan dukungan negara-negara Barat, dia mulai mendidik beberapa dosen UIN/IAIN. Beberapa muridnya sudah kembali ke Indonesia dan menduduki posisi-posisi penting di UIN/IAIN.

Di Indonesia, para penghujat Al-Quran di kampus-kampus UIN/IAIN hampir selalu menjadikan Abu Zayd sebagai rujukan. Dalam hasil penelitiannya terhadap perkembangan paham-paham keagamaan Liberal di sekitar kampus UIN Yogyakarta, Litbang Departemen Agama menulis:

"Al-Quran bukan lagi dianggap sebagai wahyu suci dari Allah SWT kepada Muhammad saw, melainkan merupakan produk budaya (muntaj tsaqafi) sebagaimana yang digulirkan oleh Nasr Hamid Abu Zaid. Metode tafsir yang digunakan adalah hermeneutika, karena metode tafsir konvensional dianggap sudah tidak sesuai dengan zaman. Amin Abdullah mengatakan bahwa sebagian tafsir dan ilmu penafsiran yang diwarisi umat Islam selama ini dianggap telah melenggengkan status quo dan kemerosotan umat Islam secara moral, politik, dan budaya. Hermeneutika kini sudah menjadi kurikulum resmi di UIN/IAIN/STAIN seluruh Indonesia. Bahkan oleh perguruan tinggi Islam dinusantara ini hermeneutika makin digemari." (Lebih lengkap tentang kekeliruan pemikiran Abu Zayd bisa dilihat dalam buku "Al-Qur'an Dihujat", karya Henri Shalahuddin, MA (GIP, Jakarta: Mei 2007).

MUI Riau bersama MUI pusat saat ini telah menghimpun data-data pelecehan dan penghujatan Al-Quran di lingkungan UIN/IAIN. Bahkan, di IAIN Surabaya, gugatan terhadap Al-Quran sebagai Kitab Suci pernah menghebohkan, ketika seorang dosen di sana, secara sengaja menginjak lafaz Allah yang ditulisnya sendiri. Ia ingin membuktikan bahwa Al-Quran bukanlah kitab suci, tetapi merupakan hasil budaya manusia. Kata dosen tersebut: "Sebagai budaya, posisi Al-Quran tidak berbeda dengan rumput." (Majalah GATRA, 7 Juni 2006).

Karena itulah, MUI Riau sangat berkeberatan dengan kehadiran orang-orang seperti Abu Zayd dan antek-anteknya yang secara jelas-jelas telah begitu melecehkan Kitab Suci Al-Quran. Pola pikir orientalis Yahudi-Kristen sangat mewarnai tulisan-tulisan di berbagai jurnal, tesis, buku, dan artikel-artikel para penghujat Al-Quran tersebut.

Dalam acara ACIS VII ini pun, sekali pun Abu Zayd tidak datang, tetapi buku karya murid keakungannya, yaitu Dr. M. Nur Kholis Setiawan (dosen UIN Yogyakarta, yang disertasinya diterbitkan dengan judul "Al-Quran Kitab Sastra Terbesar") yang berjudul "Orientalisme, Al-Qur'an dan Hadis", telah diproyekkan untuk dibagikan kepada semua peserta ACIS VII. Yang menjadi pertanyaan kemudian, "Apakah relevansinya bagi kemajuan studi Al-Quran di Indonesia sehingga buku Nur Kholish itu dijadikan proyek untuk dimiliki semua peserta?"

Adalah aneh, jika sosok Abu Zayd yang jelas-jelas menghina dan menghujat Al-Quran dan Imam Syafii dalam berbagai karyanya justru dipromosikan pemikirannya oleh Departemen Agama RI. Lebih aneh lagi, pihak panitia ACIS sama sekali tidak menghadirkan pembicara yang mampu mengkritik pemikiran Abu Zayd. Padahal, dalam semboyannya ditulis: "ACIS: Barometer Perkembangan Studi Keislaman di Indonesia".

MUI Riau memandang aneh dengan semboyan ACIS tersebut, mengingat, selain Abu Zayd, pembicara dari luar negeri yang diundang oleh panitia, tidak ada satu pun yang dikenal oleh umat Islam sebagai ulama-ulama terkemuka, tetapi justru para orientalis Barat dan orang non-Muslim. Mereka adalah: Prof. Mark Woodward, Ph.D., Prof. Ron Lukens Bull, Ph.D., dan Prof. Peter Suwarno, Ph.D yang diundang untuk berbicara tentang Islam.

Prof. Peter Suwarno, Ph.D yang saat ini menjabat sebagai associate director of the School of International Letter and Cultures at Arizona State University USA, di awal presentasinya mengatakan bahwa dia bukan ahli agama dan tidak tahu banyak tentang Islam. Dia memang dikenal kedekatannya dengan Prof. Abdurrahman Mas'ud yang sering berkunjung ke Arizona., Peter menamatkan S1-nya di Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga.

Para pembicara seperti itukah yang dikatakan akan dijadikan sebagai "BAROMETER STUDI ISLAM DI INDONESIA?"

Disamping itu, diantara tema-tema yang dibincangkan adalah isu utama dalam paham liberalisme di bidang keagamaan, baik yang dipaparkan secara halus maupun kasar. Di antara tema-tema yang disetujui untuk dilombakan dalam debat di acara pekan ilmiah mahasiswa dalam rangkaian kegiatan ACIS VII adalah sebagai berikut:

Formalization of Syariah as the Real Enemy of Democracy (=Formalisasi Syariah sebagai Musuh Nyata Demokrasi)
Ranjau Formalisasi Syariat
Mendamaikan Syariat Islam dengan demokrasi Pancasila
Pancasila dalam kepungan formalisasi Syari'ah Islam.
Menolak Poligami: ditinjau dari berbagai pendekatan
Pembaharuan Hukum Islam dalam konteks keindonesiaan merupakan suatu keharusan
Benarkah poligami sebagai sunah nabi?

Ditilik dari tujuannya, sebenarnya ACIS merupakan acara yang bertujuan mulia. ACIS VII ini mengusung tema utama: "Konstribusi ilmu-ilmu keislaman dalam menyelesaikan masalah-masalah kemanusiaan pada millenium ketiga". Dalam pelaksanaannya, tema utama tersebut dirinci dalam lima bidang yang mencakup: a) Islam, politik dan ekonomi global. b) Islam dan masalah hak asasi manusia (HAM). c) Islam dan masalah pendidikan global. d) Islam dan hegemoni budaya global. e) Islam dan masalah kesehatan, lingkungan, dan perkembangan IPTEK.

Oleh sebab itu, harusnya, pihak Depag dan panitia berembuk dengan ulama-ulama Islam lainnya untuk menyusun acara. Bukan malah menghadirkan para pembicara yang sudah dikenal sebagai tokoh-tokoh Liberal, baik di Indonesia maupun di dunia internasional.

Sebagai lembaga pemerintah, harusnya Depag berpikir lebih serius dalam mengembangkan studi Islam di Indonesia, demi kemaslahatan umat dan bangsa Indonesia. Dalam hal pengembangan pemikiran liberal, sikap MUI sudah jelas melalui fatwanya no. 7/MUNAS/MUI/II/2005 yang mengharamkan penyebaran paham liberal di Indonesia. Juga, pemikiran yang meragu-ragukan keotentikan Al-Quran, oleh MUI dimasukkan ke dalam salah satu kriteria ajaran/aliran sesat.

Demikianlah pernyataan sikap MUI Riau.

Membaca pernyataan MUI Riau tersebut, kita tentu bertanya-tanya, akan dibawa kemanakah studi Islam di Indonesia? Akan dibawa kemanakah institusi-institusi pendidikan tinggi Islam? Jika ingin meningkatkan studi Islam, mengapa yang diundang orang-orang seperti Nasr Hamid Abu Zayd? Sama dengan MUI Riau, kita juga patut heran, mengapa panitia mengedarkan buku murid keakungan Abu Zayd di Indonesia, yaitu Dr. Nur Kholish Setiawan?

Sekedar mengingatkan kita, bahwa Nur Kholish Setiawan adalah alumnus Bonn University yang memberi kata pengantar untuk buku "Menggugat Otentisitas Wahyu Tuhan" karya Aksin Wijaya, alumnus UIN Yogya yang kini menjadi dosen di STAIN Ponorogo. Di dalam kata pengantarnya untuk buku yang menggugat keotentikan Al-Quran tersebut, Dr. Nur Kholish menulis:
"Buku yang diberi judul "Menggugat Otentisitas Wahyu Tuhan: Kritik Atas Nalar Tafsir Gender" karya Aksin Wijaya yang ada di tangan pembaca ini merupakan model kegelisahan "baru" akan dominasi nalar Arab dalam teks keagamaan, dalam hal ini Al-Quran. Dikatakan "kegelisahan baru" mengingat pikiran-pikiran yang dilontarkan turut "mempermasalahkan" mushaf Utsman yang oleh sebagian besar pengkaji Al-Quran justru tidak lagi dipermasalahkan. Sederet pemikir kontemporer seperti Amin al-Khuli, Fazlur Rahman, Hassan Hanafi, Nasr Abu Zayd, Abdul Karim Shooush, dan Muhammad Syahrur, misalnya, degan seabrek tawaran metodologis serta pemikiran kritis lainnya tentang Al-Quran, justru tidak menyinggung mushaf Utsman sebagai korpus yang pantas "digugat", meski sebenarnya mereka menggakui proses kodifikasi masa Utsman tersebut sejatinya bisa menimbulkan pertanyaan."

Dengan tulisan tersebut sebenarnya telah jelas dimana posisi Nur Kholish Setiawan. Kita tentu tidak apriori dengan semua pemikiran yang datangnya dari luar. Hanya saja, sebagaimana MUI Riau, jika yang kita inginkan adalah mengembangkan wacana keislaman yang sehat, mengapa yang diundang adalah pembicara-pembicara dari Barat? Kita berharap, pihak Departemen Agama lebih berhati-hati dalam menyelenggarakan acara penting seperti ini. Departemen Agama harusnya bertugas mengawal dan mengembangkan pendidikan dan pemikiran Islam yang benar. Begitu juga kampus-kampus Islam yang di bawah tanggung jawabnya.

Betapa memilukan, jika Departemen Agama ikut-ikutan mengembangkan dan menyebarkan pemikiran-pemikiran yang menghujat keotentikan Al-Quran. Mudah-mudahan para pejebat Departemen Agama segera menyadari kekeliruan yang mendasar ini. Kita bersyukur dengan langkah-langkah pembenahan haji dan pemberantasan korupsi yang dilakukan Menteri Agama Maftuh Basyuni. Mudah-mudahan masalah pemikiran Islam ini juga mendapat perhatian serius, sebab hal ini terkait dengan masalah iman, masalah yang paling mendasar dalam Islam, masalah yang jauh lebih penting dibandingkan dengan masalah manajemen haji. Wallahu a'lam.[Depok, 23 November 2007/www.hidayatullah.com]